Peran Humas di Era AI: Waktunya Beradaptasi atau Tertinggal
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 2 Sep 2025
- visibility 156
- comment 0 komentar

Peran Humas di Era AI: Waktunya Beradaptasi atau Tertinggal
Oleh: Tonghari (Pranata Humas Ahli Pertama IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung)
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah hampir semua aspek kehidupan, termasuk cara organisasi berkomunikasi dengan publik.
Di tengah derasnya transformasi digital, praktisi Hubungan Masyarakat (Humas) dihadapkan pada pilihan penting: beradaptasi dengan teknologi baru atau tertinggal dan kehilangan relevansi.
Jika dulu Humas bergantung pada insting, jaringan dan pengalaman dalam membangun citra serta menyampaikan pesan, kini AI menghadirkan cara kerja baru.
Analisis data dalam skala besar, prediksi tren media, penulisan siaran pers otomatis, hingga chatbot untuk komunikasi awal dengan publik, semuanya menjadi realitas baru. Bahkan, sistem pemantauan berbasis AI mampu mendeteksi potensi krisis reputasi secara real-time.
Perubahan ini bukan sekadar menghadirkan alat bantu, melainkan pergeseran paradigma dalam praktik kehumasan—dari berbasis intuisi menjadi berbasis data dan teknologi.
Meski begitu, kehadiran AI tidak menjadikan peran manusia usang. Justru sebaliknya, AI menuntut praktisi Humas untuk meningkatkan kompetensi. Literasi digital, penguasaan teknologi dan pemahaman etika penggunaan AI menjadi kebutuhan mendesak.
Namun, kreativitas, empati, serta kemampuan menjalin hubungan tetap menjadi nilai yang tak tergantikan. Inilah ruang yang hanya bisa diisi oleh manusia, bukan mesin.
Sayangnya, tidak semua organisasi siap menghadapi era ini. Masih banyak institusi yang melihat AI sebagai ancaman, bukan peluang.
Kurangnya pelatihan, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan utama. Akibatnya, peluang besar yang ditawarkan AI justru terlewatkan.
Humas tidak boleh menunggu. Investasi pada teknologi harus diimbangi dengan pengembangan sumber daya manusia.
Kolaborasi antara manusia dan AI bukan hanya mungkin, tetapi justru menjadi kunci sukses komunikasi strategis di masa depan.
Adaptasi bukan pilihan, melainkan keharusan. Di era AI, hanya ada dua kemungkinan: berubah dan berkembang, atau bertahan dan tertinggal.
- Penulis: admin


