Dikunjungi FKUB Daerah Lain, Pangkalpinang Tunjukkan Wajah Kota yang Toleran
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- visibility 89
- comment 0 komentar

Dikunjungi FKUB Daerah Lain, Pangkalpinang Tunjukkan Wajah Kota yang Toleran
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama.
Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Akhmad Subekti, saat menerima kunjungan kerja FKUB Banyuasin di ruang pertemuan Bapperida Kota Pangkalpinang, Jumat pagi (24/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Akhmad Subekti mengungkapkan rasa syukurnya karena FKUB Kota Pangkalpinang, kerap menjadi rujukan dan tujuan studi banding dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, Pangkalpinang melalui FKUB sering dikunjungi kawan-kawan FKUB dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saya sudah dua kali menerima, pertama dari Kabupaten Lahat dan sekarang dari Kabupaten Musi Banyuasin. Ini menunjukkan bahwa FKUB Pangkalpinang cukup aktif meskipun dengan anggaran yang belum signifikan,” ujar Subekti.
Ia menegaskan, berbagai kegiatan FKUB turut berperan besar dalam menjaga kerukunan masyarakat. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap situasi sosial di Pangkalpinang yang selama ini terjaga aman dan damai.
“Kerukunan umat beragama di Pangkalpinang sangat bagus dan angka konflik lintas agama sangat rendah,” katanya.
Subekti juga mengungkapkan, salah satu alasan rombongan FKUB dari luar daerah melakukan kunjungan ke Pangkalpinang, adalah untuk melihat langsung keharmonisan yang terjalin di kota ini.
“Mereka mengapresiasi kondisi di Pangkalpinang, apalagi sekarang sudah berdiri Sekolah Tinggi Agama Khonghucu di Tanjung Bunga. Itu menandakan keterbukaan dan toleransi yang tinggi di daerah kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kerukunan antarumat beragama sudah menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat Pangkalpinang sejak dahulu.
“Sejak saya kecil, suasana kebersamaan sudah terasa. Saat Lebaran, teman-teman non-Muslim berkunjung ke rumah kami. Sebaliknya, saat Natal atau Imlek, kami juga ikut berkunjung ke rumah mereka. Hubungan seperti ini harus terus dijaga,” kenangnya.
Subekti berharap, tradisi dan nilai toleransi yang telah terbangun tersebut bisa terus dipertahankan sebagai modal sosial untuk menciptakan kedamaian di Pangkalpinang.
“Harapan kita, semangat kerukunan ini terus meningkat dan semoga tidak ada konflik lintas agama di Kota Pangkalpinang,” tutupnya.
- Penulis: admin


