DLH Minta Semua Pihak Satu Langkah, Pangkalpinang Bidik Adipura 2025
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 11 Agu 2025
- visibility 194
- comment 0 komentar

Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto (Foto: Heri K).
DLH Minta Semua Pihak Satu Langkah, Pangkalpinang Bidik Adipura 2025
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, menegaskan bahwa kunci merebut kembali penghargaan Adipura ada pada kesamaan persepsi dan langkah seluruh elemen kota. Mulai dari OPD, camat, lurah, hingga masyarakat, semuanya diminta bergerak bersama.
Hal demikian ditegaskan Suharto, saat dijumpai di sela-sela kegiatan rapat pembahasan persiapan penilaian Adipura tahun 2025, di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota, Senin pagi (11/8/2025).
“Kita semua harus samakan persepsi, harus satu langkah, mulai dari OPD, camat, lurah, dan masyarakat. Adipura ini penilaiannya sangat spesifik dan jangan dianggap sepele,” ujarnya.
Suharto menjelaskan, Adipura bukan sekadar penghargaan, melainkan tolok ukur keberhasilan pengelolaan lingkungan kota, khususnya dalam penanganan sampah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kini menitikberatkan penilaian pada pengurangan sampah dari sumber dan pengelolaan TPA.
“Pengurangan sampah di sumber harus jadi perhatian. Kita dorong pemilahan sampah, bank sampah, pengomposan, hingga magotisasi (sebuah metode pengolahan sampah organik menggunakan larva lalat hitam,red). Ini bukan hanya program, tapi keharusan,” tegasnya.
Diungkapkannya, Pj Wali Kota Pangkalpinang telah mengeluarkan SK Roadmap Pengurangan Sampah 2025–2026, yang mewajibkan setiap kecamatan memiliki bank sampah induk dan setiap kelurahan memiliki bank sampah unit tahun ini.
“Target kita tahun depan, kegiatan bank sampah ini sudah harus menjangkau setiap RW,” tambahnya.
Dilanjutkan Suharto, pihaknya mencatat timbunan sampah di Kota Pangkalpinang mencapai 130–150 ton per hari. Angka ini dinilainya cukup besar, sehingga memerlukan koordinasi dan aksi serentak dari semua pihak.
“Kita mohon semua bergerak. Baik di perkantoran, rumah sakit, pasar maupun pertokoan. Bukan cuma bersih di jalan, tapi juga drainase. Jangan ada sampah yang menumpuk di saluran air,” imbaunya.
Selain kebersihan, pihaknya juga mengajak warga menghijaukan lingkungan dengan penanaman pohon. Ia mengingatkan, Kota Pangkalpinang pernah meraih Adipura sebanyak delapan kali, namun sudah lama tidak mengulang prestasi itu.
“Harapan tahun ini kita bisa dapat lagi. Minimal sertifikat Adipura. Jangan sampai dicap sebagai kota kotor. Ini tanggung jawab kita bersama, bukan cuma pemerintah saja, tapi juga swasta dan masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: admin


