Pastikan Kualitas Makanan Terjamin, Begini SOP Pengelolaan MBG di SPPG Polri Milik Polda Babel
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 3 Nov 2025
- visibility 86
- comment 0 komentar

Petugas Penyiapan Hingga Penyajian Wajib Menerapkan SOP Sesuai Ketentuan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sejak pertengahan September 2025 lalu, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri milik Polda Bangka Belitung (Babel), yang berlokasi di Taman Sari Kota Pangkalpinang, resmi beroperasi.
Setiap harinya, dapur SPPG tersebut menyiapkan 2700-an pack makanan untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Yang mana, 2700-an pack makanan itu, disalurkan ke 5 sekolah yang tersebar di Kota Pangkalpinang.
Sebelum dinikmati para siswa, dapur SPPG Polri ini telah menerapkan sejumlah standar operasional prosedur (SOP), mulai dari proses penyiapan, menyajikan, hingga proses distribusi, agar paket makanan program MBG terjamin mutu dan kualitasnya.
Apa saja SOP yang dijalankan Dapur SPPG Polri milik Polda Babel?
Kepala SPPG Polri Polda Babel, Hafiz, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Minggu (2/11/2025) malam, menerangkan bahwa proses awal dimulai dengan penerimaan bahan baku dari supplier penyedia, untuk selanjutnya dilakukan penimbangan, hingga pemilihan kualitas bahan makanan sesuai standart.
Tak sampai disitu, kata Hafiz, tim persiapan turut berkordinasi dengan ahli gizi, terkait menu yang akan disiapkan kepada penerima manfaat.
“Bahan yang sudah melewati proses pemilihan kualitas yang baik, dilakukan pembersihan. Salah satunya, merendam bahan makanan dengan air garam, untuk memastikan sterilisasi terjamin,” jelas Hafiz.
Hafiz melanjutkan, setelah dipastikan steril, bahan baku langsung diterima oleh tim masak, untuk diolah dengan teknik yang benar.
Adapun tahap berikutnya, kata Hafiz menambahkan, ialah memberikan hasil masakan kepada tim pemorsian, yang dipandu oleh Tim ahli gizi, untuk menentukan porsi makanan yang akan diterima oleh penerima manfaat.
Pemorsian sendiri, jelas Hafiz, dibagi menjadi 2, yakni Porsi kecil bagi anak TK sampai siswa kelas 3 SD. Sedangkan, lanjut Hafiz, porsi besar bagi anak kelas 4 SD sampai kelas 12 SMA/SMK.
“Jika sudah dilakukan pemorsian ini, tim pendistribusian segera mendistribusikan makanannya. Namun sebelum itu, diambil terlebih dahulu sampel makanannya oleh ahli gizi bersama Tim Dokkes Polda, untuk dilakukan pemeriksaan atau uji makanan, guna memastikan kehigienisan dan kelayakan makanan, sebelum diterima oleh penerima manfaat,” terangnya.
Lebih lanjut kata Hafiz, tak hanya mengenai kualitas makanan, pihak SPPG Polri Polda Babel juga memastikan, bahwa SOP yang ada wajib diterapkan, terutama bagi petugas yang menyiapkan, hingga menyajikan makanan bergizi gratis itu.
“Setiap petugas baik dari penyiapan sampai pengelolaan bahan baku makanan wajib hukumnya menerapkan SOP di dapur SPPG. Mulai dari pemeriksaan sebelum masuk ke dapur hingga wajib menggunakan APD di dalam lingkup dapur,” terangnya.
“Tentunya sterilisasi ataupun kebersihan menjadi utama bagi kita disini (SPPG) baik dari segi tempatnya, bahan bakunya sampai ke petugasnya sendiri,” pungkasnya. (*)
- Penulis: admin


