Arsari Tambang Bakal Bangun Tin Research Center di Babel, Bidik Pasar Global
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 14 Mei 2026
- visibility 83
- comment 0 komentar

Arsari Tambang Bakal Bangun Tin Research Center di Babel, Bidik Pasar Global
DOORSTOP.ID, JAKARTA — PT Arsari Tambang resmi mengumumkan rencana ambisius untuk membangun Tin Research Center atau pusat studi timah di wilayah Bangka Belitung. Fasilitas modern ini dirancang khusus sebagai motor penggerak hilirisasi industri timah nasional agar mampu menembus rantai pasok teknologi global.
Hal ini diungkapkan CEO PT Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo. Ia menegaskan bahwa esensi hilirisasi sejati harus melompat jauh melampaui aktivitas pengerukan tanah.
“Ya, hilirisasi artinya kita bukan hanya bicara tambang. Kita sekarang bicara industri manufaktur. Kita bicara industri,” cetus Aryo usai menghadiri ajang MetConnex 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Selasa (12/5/2026) lalu.
Menyasar Jantung Industri Semikonduktor Dunia
Aryo membidik peluang emas dari solder paste (pasta solder), komponen mikro yang bernilai jual sangat tinggi dan menjadi kebutuhan mutlak dalam perakitan elektronik mutakhir.
“Nah, yang kita temukan salah satu added value paling besar di industri timah itu solder paste. Solder paste ini dipakai untuk semikonduktor yang dipakai oleh Nvidia, Intel, dan yang lain-lain,” beber Aryo.
Namun, untuk menjadi pemasok raksasa teknologi global sekelas Nvidia, syarat kualitas yang diminta sangat ketat. Aryo mengakui bahwa penciptaan formula pasta solder berkualitas tinggi menuntut komitmen investasi yang masif pada sektor riset dan pengembangan (R&D).
“Nah, untuk kita bisa menyuplai industri semikonduktor ini, butuh investasi besar di riset solder paste dan lain-lain. Karena di Indonesia belum pernah dibangun ini, makanya Arsari Tambang berinisiatif bangun Tin Research Center atau pusat studi timah yang kita akan bangun di Bangka Belitung,” ungkap Aryo.
Bagi Aryo, proyek di Bangka Belitung ini bukan sekadar urusan bisnis dan pabrik, melainkan investasi jangka panjang untuk kedaulatan teknologi Indonesia.
“Dan ini kontribusi kita bukan hanya untuk hilirisasi, tapi juga untuk investasi di R&D dan di kekayaan intelektual yang akan jadi milik putra-putri bangsa,” tutur Aryo.
Melanjutkan Ekspansi dari Batam
Komitmen hilirisasi PT Arsari Tambang sebenarnya sudah terlihat nyata sejak beberapa tahun lalu. Melalui anak usahanya, PT Solder Tin Andalan Indonesia (Stania), mereka telah melakukan groundbreaking pembangunan pabrik solder di Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil, Batam, pada Mei 2023.
Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo, sempat membeberkan skala modal yang mereka kucurkan untuk proyek Batam tersebut.
“Hari ini merupakan tahap awal, kami akan membangun fisik pabrik dengan nilai investasi sebesar Rp 100 miliar. Adapun keseluruhan kami akan menanamkan modal sebesar Rp 400 miliar,” ujar Hashim beberapa waktu lalu.
Pabrik PT Stania di Batam ini dirancang untuk memproduksi solder berbahan dasar timah dengan target produksi awal sebesar 2.000 ton per tahun, serta membidik potensi omzet fantastis hingga Rp 1,2 triliun.
“Karena tujuannya adalah ekspor, kami yakin nanti kami akan kompetitif berkat dukungan dari Pemprov Kepri dan BP Batam dengan fasilitas yang baik dan tenaga kerja yang terampil,” pungkasnya.
- Penulis: admin


