Prof Udin Ajak IKA FKPI UNSRI Berkontribusi Luas Tak Hanya di Babel
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 16 Mei 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar

Prof Udin Ajak IKA FKPI UNSRI Berkontribusi Luas Tak Hanya di Babel
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kepengurusan baru Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) wilayah Kepulauan Bangka Belitung periode 2026-2030, resmi dikuukuhkan di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu pagi (16/5/2026).
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), yang membuka acara tersebut, menyampaikan selamat sekaligus menaruh harapan besar pada organisasi ini. Ia meminta para alumni untuk terus berkiprah nyata.
Ia menegaskan, kontribusi alumni FKIP Unsri tidak boleh mandek di Bangka Belitung saja, melainkan juga harus meluas hingga ke daerah lain.
Menurutnya, di tengah mahalnya biaya pendidikan tinggi saat ini, masyarakat sangat menantikan dampak konkret dari para sarjana dan pelaku pendidikan.
“Saya kemarin sudah diskusi dengan Pak Darwin bahwa bagaimana peran kita sebagai alumni harus ada dampak yang nyata bagi dunia pendidikan juga bagi para pelaku pendidikan, dengan kemajuan pendidikan ini kita bisa mengejar ketertinggalan kita terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini,” ujar Prof Udin dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Prof Udin juga menyoroti tantangan berat dunia pendidikan saat ini, terutama gempuran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mulai mengikis proses belajar alami siswa.
Ia membeberkan realitas di lapangan di mana teknologi sering kali disalahgunakan oleh para pelajar untuk mengambil jalan pintas dalam mengerjakan tugas sekolah.
“Anak sekolah saat ini ketika mendapat tugas dari guru, mereka salin dan masukkan ke Chatgpt atau Gemini, dan perintahkan untuk menyelesaikan tugasnya ini, nah ini jadi para guru dituntut untuk bisa memberikan pemahaman kepada mereka, anak didiknya terhadap penggunaannya,” tukas Prof Udin.
Melihat kemajuan AI yang begitu luar biasa dan telanjur memengaruhi anak didik, Prof Udin mendesak para guru untuk tidak antipati. Sebaliknya, ia mendorong para pendidik untuk meningkatkan kapasitas diri dan mengupgrade kemampuan mengajar mereka di era digitalisasi ini.
“Guru harus mampu mengarahkan siswa agar memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu belajar yang positif, bukan sarana pengerjaan tugas secara instan,” tjkasnya.
- Penulis: admin


