Dukung Presiden Prabowo, Prof Udin Targetkan 13 KDKMP Beroperasi di Pangkalpinang Tahun Ini
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 16 Mei 2026
- visibility 178
- comment 0 komentar

Dukung Presiden Prabowo, Prof Udin Targetkan 13 KDKMP Beroperasi di Pangkalpinang Tahun Ini
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), menegaskan komitmennya untuk menyukseskan pendirian Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayahnya.
Komitmen ini diungkapkannya kepada wartawan, saat menghadiri peluncuran akbar 1.061 titik KDKMP oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual. Dari Koperasi Merah Putih di Jalan Mohamad Toyyib Kelurahan Kejaksaan, Pangkalpinang, Sabtu (16/5/2026), Prof Udin membeberkan peta jalan pemenuhan target lokal.
“Pemerintah Kota Pangkalpinang tentu sangat mendukung program Presiden untuk mendirikan koperasi-koperasi di Kota Pangkalpinang. Dan ini yang diresmikan adalah yang kedua. Dari target tahun ini, ada 13 koperasi di Kota Pangkalpinang,” ujarnya optimistis.
Ia menilai Koperasi Merah Putih di Kelurahan Kejaksaan tersebut berada di lokasi yang sangat strategis. Sarana penunjang seperti gudang penampungan dan gerai penjualan di area depan menjadi modal kuat untuk menggerakkan ekonomi warga.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang tidak ingin koperasi ini mandek dan hanya fokus pada penyediaan program makan bergizi gratis. Lebih dari itu, Pemkot akan mengawinkan aktivitas koperasi dengan program kerja sektoral, termasuk pengelolaan lingkungan.
“Kita sudah lihat, ini ada gudang, ada penjualan. Makanya kita tempatkan koperasi ini di lokasi yang strategis, supaya nanti hasil-hasil dari kegiatan UMKM juga bisa ditampung di sini. Dan juga kita harapkan koperasi ini nanti kita sinergikan dengan kegiatan-kegiatan di pemerintah kota,” jelasnyaan.
“Misalnya, nanti kita sudah siapkan mereka untuk mengolah sampah di TPS 3R. Itu kita juga sinergikan dengan koperasi, sehingga koperasi ini bisa berkiprah juga di dalam mendukung program lingkungan dari Presiden. Dan juga tidak hanya di dalam pembelian makanan bergizi gratis ini, dan juga tentu kegiatan-kegiatan lain agar koperasi ini bisa lebih maju,” tambah Prof Udin.
Ketika disinggung mengenai sektor potensial yang paling menjanjikan, Prof Udin menunjuk sektor perdagangan sebagai motor utama. Pemkot bakal mengoptimalkan sektor ini demi mendongkrak perekonomian yang berbasis langsung pada kekuatan masyarakat.
Pembangunan fisik dan infrastruktur yang sudah mapan tidak akan berjalan tanpa adanya pengelola yang mumpuni. Menyadari hal tersebut, Prof Udin memastikan Pemkot Pangkalpinang telah merancang stimulus khusus berupa penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Langkah konkretnya, Pemkot Pangkalpinang mengalokasikan anggaran khusus untuk membekali para pengurus koperasi dengan berbagai pelatihan manajemen tingkat lanjut.
“Untuk SDM koperasi, kami akan siapkan anggaran untuk melakukan pelatihan-pelatihanm manajemen. Ada manajemen produksi, manajemen operasional, manajemen pemasaran, kemudian manajemen keuangan bagi para pengurus koperasi ini. Jadi tidak hanya dengan sarana prasarana yang ada ini, mereka harus juga disiapkan SDM yang tangguh untuk mereka bisa mengelola ini dengan baik sesuai dengan aturan yang ada,” bebernya.
Pemkot Pangkalpinang juga tidak berjalan sendiri. Prof Udin mengungkapkan bahwa pihaknya telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) resmi dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Pusat untuk menyusun program pelatihan terpadu bagi pengurus koperasi.
“Kita bekerja sama dengan Askrindo, karena Askrindo ini adalah mitra dari Koperasi Merah Putih ini untuk memberikan pelatihan-pelatihan. Kami sudah MoU dengan Askrindo Pusat kemarin. Kita akan sinergikan mereka ada semacam program, dan juga kita sinergikan dengan pemerintah kota, dan juga dengan koperasi,” tuturnya.
Lebih lanjut mengenai proyeksi jangka panjang, Prof Udin memaparkan bahwa embrio koperasi sebenarnya sudah tersebar merata di seluruh wilayah Pangkalpinang. Tugas pemerintah saat ini adalah melakukan optimalisasi dan penguatan secara bertahap.
“Seluruh kelurahan sudah ada, 42 kelurahan sudah ada koperasinya, tinggal masing-masing kita optimalisasi,” tegasnya.
Prof Udin mengaku sama sekali tidak khawatir koperasi ini akan kalah bersaing dengan gurita ritel modern. Menurutnya, konsep KDKMP ini sangat luar biasa karena berakar pada kebutuhan riil di tingkat akar rumput. Sebagai stimulus awal, dalam waktu dekat pihaknya akan mewajibkan seluruh UMKM lokal untuk memasukkan produk unggulan mereka ke dalam ekosistem koperasi.
“Ya enggak takutlah, ini program hebat ya, luar biasa ini. Dengan adanya koperasi ini kita sangat antusias sekali. Dengan koperasi yang tentunya berbasis masyarakat, tentu sangat in line (sejalan) dengan misi-misi kita untuk memberdayakan ekonomi masyarakat,” tutupnya.
- Penulis: admin


