Lewat Proper PKN II, Kalahar BPBD Pangkalpinang Gagas Sinergi Kampus Tangguh
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 21 Mei 2026
- visibility 124
- comment 0 komentar

Lewat Proper PKN II, Kalahar BPBD Pangkalpinang Gagas Sinergi Kampus Tangguh
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang resmi menggandeng Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui program inovatif “Sinergi Kampus Tangguh”.
Langkah strategis ini dikukuhkan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPBD Kota Pangkalpinang dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UBB, yang berlangsung di Balai Besar Peradaban UBB, Kamis (21/5/2026).
Program “Sinergi Kampus Tangguh” merupakan Proyek Perubahan (Proper) yang diinisiasi oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, sebagai bagian dari tugas wajib dalam mengikuti Pelatihan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.
Dokumen PKS mengenai pelayanan dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Pangkalpinang ini ditandatangani langsung oleh Dedy Revandi bersama Dekan FKIK UBB, Ismed Inonu.
“Jadi Sinergi Kampus Tangguh ini tindak lanjut dari implementasi proyek perubahan saya yang mana saya saat ini lagi menjalani pelatihan pendidikan kepemimpinan nasional tingkat 2,” ujar Dedy Revandi kepada doorstop.id di lokasi kegiatan, Kamis (21/5/2026).
Melalui kerja sama ini, BPBD berkomitmen penuh untuk membangun kesadaran dan ketangguhan bencana dari lingkungan akademisi. Integrasi program ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem kampus yang mandiri dan siap menghadapi situasi darurat.
“Ini saya ambil untuk ke depannya dari implementasi ini bisa menciptakan kampus-kampus yang tangguh bencana. Jadi kami BPBD dengan adanya PKS tadi, ke depannya bisa bersinergi, kolaborasi, menciptakan kampus tangguh bencana,” tutur Dedy.

Penandatanganan PKS (Foto: Hery_DoorstopID)
Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa ruang lingkup sinergi ini akan mencakup berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari transfer pengetahuan hingga pelatihan praktis bagi seluruh civitas akademika UBB.
“Dari Sinergi ini kita terus bekerjasama dengan pihak kampus, misalnya untuk pembekalan pelatihan pendidikan, informasi, edukasi, komunikasi, yang ada di kita, kita sampaikan ke kampus bahwa ini program kita ke depannya bisa mereka aplikasikan juga di kampus,” jelas Dedy.
Dampak Nyata Perguruan Tinggi
Sementara itu, Dekan FKIK UBB, Ismed Inonu, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan tuntutan era pendidikan tinggi modern yang diwajibkan untuk memberikan dampak langsung secara nyata kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik perjanjian kerja sama atau PKS ini, karena memang sekarang kan eranya pendidikan tinggi itu harus berdampak. Sehingga kita harus keluar bekerja sama dengan pihak lain supaya perguruan tinggi memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ungkap Ismed Inonu.

Ismed menjelaskan, kompetensi yang dimiliki oleh FKIK UBB, khususnya di bidang kedokteran dan kesehatan, memiliki irisan yang sangat kuat dengan tugas-tugas penanggulangan bencana yang diemban oleh BPBD.
“Di BPBD kan sangat terkait dengan penanganan bencana, keadaan trauma, kemudian darurat-darurat masalah kesehatannya. Dan itu kita sangat terkait ke mereka. Sehingga dengan kerja sama ini harapannya ke depan ada lanjutannya berupa pelatihan pelibatan mahasiswa maupun dosen kita di dalam kegiatan penanggulangan bencana, baik itu pelatihan, sosialisasi, maupun pada saat memang ada bencana,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut dari PKS ini, FKIK UBB akan menyusun dokumen operasional yang lebih spesifik agar program kerja sama dapat langsung dieksekusi di lapangan.
“Ini kan yang pertama, sudah kita mulai. Kelanjutannya nanti setelah PKS, kalau di kita kan harus ada namanya Implementation Agreement (IA). Jadi itu yang akan kita pertajam dengan berupa kegiatan-kegiatan, baik itu yang mengundang mereka ke kampus dalam rangka penguatan darurat bencana di kita, maupun kita membantu mereka dalam hal menyusunn dokumen pelatihan dan sebagainya,” papar Ismed.
Mahasiswa Antusias dan Siap Terjun ke Lapangan
Kesiapan program ini juga didukung oleh antusiasme tinggi dari para mahasiswa FKIK UBB. Ismed menyebutkan bahwa latar belakang keilmuan mahasiswa keperawatan dan kedokteran sangat relevan dengan kebutuhan penanganan medis darurat saat bencana terjadi.
“Mahasiswa kita itu memang banyak bersinggungan. Kalau di keperawatan itu kan memang ada mata kuliahnya, yaitu Asuhan Keperawatan Gawat Darurat. Itu memang jenisnya penanganan darurat yang panik karena sesak nafas atau lainnya, mereka sudah punya ilmunya. Jadi ya pasti tertarik mereka,” jelas Ismed.
Melalui program Sinergi Kampus Tangguh ini, ia juga berharap para mahasiswa tidak hanya mampu mengaplikasikan ilmu mereka di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi agen tangguh bencana di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
“Paling tidak kalau mereka berada di lingkungan mereka, misalnya di kampung atau di mana saja, begitu tahu ada bencana, mereka sudah tahu apa yang bisa dilakukan,” pungkas Ismed.
- Penulis: admin


