Mayoritas Warga Pangkalpinang Siap Ikut Pilkada Ulang, Molen-Zeki dan Udin-Dessy Unggul Tipis
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 7 Agu 2025
- visibility 219
- comment 0 komentar

Mahasiswa Universitas Pertiba saat meminta izin riset pada sebuah kelurahan di Kota Pangkalpinang (Foto: Humas)
Mayoritas Warga Pangkalpinang Siap Ikut Pilkada Ulang, Molen-Zeki dan Udin-Dessy Unggul Tipis
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sebanyak 85,94 persen warga Kota Pangkalpinang menyatakan siap berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang yang akan digelar pada 27 Agustus 2025.
Hal ini terungkap dari hasil survei Elekta Research Center Universitas Pertiba (UNIPER) yang dirilis Rabu (6/8/2025) di Uniper Café, Kampus Universitas Pertiba.
Direktur Elekta Research Center, Divo Dharma Silalahi, Ph.D., menjelaskan bahwa survei dilakukan pada 4–5 Agustus 2025 terhadap 939 responden yang tersebar di 42 kelurahan, menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error ±3,2 persen.
“Survei ini melibatkan 50 mahasiswa aktif dari berbagai fakultas di Universitas Pertiba,” ujar Divo.
Elektabilitas Molen-Zeki dan Udin-Dessy Mendominasi
Dalam temuan survei, pasangan Molen-Zeki dan Udin-Dessy menempati posisi teratas dalam hal elektabilitas. Keduanya mencatat skor rata-rata 6,04 pada skala 1–10, dengan Molen-Zeki unggul sekitar 3,2 persen dari Udin-Dessy. Pasangan Basit-Dede dan Eka-Radmida menyusul di bawahnya.
Meski begitu, masih ada 26,37 persen responden yang belum mengetahui pasangan calon dan nomor urut mereka. Sementara hanya 66,13 persen pasangan calon yang dikenal luas oleh publik.
“Ini menunjukkan pentingnya peningkatan sosialisasi dari para kandidat,” tegas Divo.
Kampanye Masih Minim, Isu SARA Masih Berpengaruh
Survei juga menunjukkan bahwa hanya 23,75 persen warga pernah melihat kampanye langsung dari pasangan calon, sementara 44,41 persen belum pernah melihat dan 31,84 persen menyatakan tidak tahu. Isu suku, agama, dan asal daerah ternyata masih memengaruhi 48,99 persen responden, sedangkan 51,01 persen menyatakan tidak terpengaruh.
Menariknya, mayoritas responden (76,14 persen) menilai bahwa figur wali kota dan wakil sama pentingnya. Namun, 17,89 persen mengutamakan wali kota dan 5,97 persen lebih fokus pada wakilnya.
Kinerja Pemerintah Sebelumnya Dinilai Positif
Sebanyak 71,99 persen responden merasa mendapatkan dampak positif dari kinerja pemerintahan sebelumnya, terutama di bidang investasi, UMKM, transportasi, dan ketenagakerjaan. Bahkan, 79,34 persen menilai kinerja Wali Kota sebelumnya, Maulan Aklil (Molen), tergolong baik.
Namun, masyarakat juga menyoroti 10 isu krusial yang perlu ditangani: lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, sampah, pendidikan, bansos, infrastruktur jalan, korupsi, wirausaha, keamanan, dan pungutan parkir.
Dua Lembaga Survei Resmi, Waspadai Data Fiktif
Divo mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing hasil survei abal-abal. Ia menegaskan bahwa berdasarkan Keputusan KPU Pangkalpinang Nomor 111 Tahun 2025, hanya dua lembaga yang terdaftar resmi melakukan survei dan quick count, yakni Elekta Research Center UNIPER dan Poltracking Indonesia.
“Elekta adalah satu-satunya lembaga survei independen berbasis kampus di Pangkalpinang. Kami sudah terbukti akurat sejak Pilpres dan Pilkada sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga berharap, hasil survei ini dapat menjadi referensi objektif bagi KPU, Bawaslu, serta para kandidat dalam mewujudkan pilkada yang jujur dan demokratis.
- Penulis: admin


