Nelayan Sungailiat Sepakat Dukung PT Adara Beroperasi di Muara Jelitik
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 2 Jun 2026
- visibility 214
- comment 0 komentar

Dukungan Muncul Pasca Perusahaan Komitmen Keruk Muara Jelitik
DOORSTOP.ID, SUNGAILIAT — Rencana penambangan yang akan dilakukan PT Adara Jala Samudra di kawasan Muara Jelitik atau Air Kantung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, mendapat dukungan penuh dari masyarakat nelayan di pesisir Sungailiat.
Dukungan diperoleh, lantaran PT Adara Jala Samudra berkomitmen memberikan bantuan demi kepentingan nelayan, berupa pendalaman Muara Jelitik. Padahal, pendalaman Muara Jelitiik sebenarnya bukan urusan perusahaan.
Sebelumnya, PT Adara Jala Samudra juga diketahui telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait rencana akan beroperasinya mereka, dalam rangka kegiatan pasir pasang di kawasan tersebut.
Hasbi, Pemilik Sejumlah Kapal Nelayan, menegaskan bahwa komitmen perusahaan untuk melakukan pendalaman Muara Jelitik menjadi alasan utama masyarakat nelayan memberikan dukungan.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada PT Adara Jala Samudra, karena sudah berkomitmen mendalami Muara Jelitik, sebelum mereka beroperasi,” kata Hasbi, di Sungailiat, Selasa (2/6/2026).
“Ini sangat penting. Aktivitas nelayan selama ini jadi terhambat, gara-gara kerap terjadi pendangkalan,” tambahnya.
Pendangkatan di muara Jelitik yang kerap terjadi secara berulang, kata Hasbi, mengharuskan nelayan melakukan bongkar-muat di Pangkalpinang. Hal Itu, lanjut dia, membuat biaya operasional jadi bertambah.
“Kami sudah capek, karena kerap terjadi pendangkalan, biaya operasional membengkak. Niat baik PT Adara Jala Samudra harus didukung penuh, agar secara jangka panjang, Muara Jelitik dapat dilalui keluar masuk kapal dengan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tokoh nelayan setempat, Akmal, upaya perusahaan membantu pendalaman Muara Jelitik erupakan langkah yang dibutuhkan nelayan saat ini.
Senada dengan Hasbi, Akmal juga menegaskan, bahwa persoalan pendangkalan Muara Jelitik telah lama menjadi keluhan nelayan, karena berdampak pada biaya dan efisiensi operasional.
Dalam kesempatan itu, Akmal juga menyayangkan pernyataan yang mengatasnamakan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, yang menolak rencana operasional PT Adara Jala Samudra.
“Niat baik PT Adara Jala Samudra mendapat dukungan dari nelayan. Tapi mengapa ada yang mengatasnamakan HNSI Bangka, malah menolak itu. Ini perlu dipertanyakan,” kata Akmal.
“Kami harap HNSI Bangka sejalan dengan nelayan, jangan seperti ini. Jangan atasnamakan nelayan, demi kepentingan pribadi. Kami capek kalau harus bongkar-muat di Pangkalpinang,” tandasnya. (*)
- Penulis: admin


