Penguatan dan Penambahan SDM Dokter Lebih Mendesak daripada Bangun RS Jantung Baru
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 2 Agu 2026
- visibility 59
- comment 0 komentar

Anggaran akan Lebih Efektif Untuk Memperkuat RS Yang Sudah Ada
DOORSTOP.ID, KOBA — Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Milenial Bangka Tengah, Dairi (Bung Dodoy), menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan dan penambahan dokter spesialis jantung, saraf, serta tenaga medis berpengalaman, lebih mendesak ketimbang membangun Rumah Sakit (RS) Jantung dan Stroke baru.
Pandangan tersebut disampaikannya, menanggapi rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membangun RS Jantung dan Stroke, melalui skema pinjaman daerah senilai Rp293 miliar.
Menurut Bung Dodoy, peningkatan pelayanan kesehatan merupakan tujuan yang sangat penting. Namun, Bung Dodoy menilai, pemerintah perlu mempertimbangkan secara matang prioritas penggunaan anggaran, agar memberikan manfaat yang paling optimal bagi masyarakat.
“Yang lebih mendesak saat ini adalah penguatan SDM di bidang kesehatan, khususnya dokter spesialis jantung, saraf, serta tenaga medis berpengalaman. Lagipula, fasilitas kesehatan tidak akan optimal jika belum didukung SDM yang memadai,” kata Bung Dodoy, di Koba, Minggu (2/8/2026).
Lebih lanjut menurut Bung Dodoy, saat ini Babel telah memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Sukarno, yang dapat terus dikembangkan menjadi pusat layanan jantung dan stroke, melalui peningkatan peralatan medis, teknologi, serta penambahan dokter spesialis yang kompeten.
“Daripada membangun rumah sakit baru dengan pembiayaan melalui pinjaman daerah, akan lebih efektif jika anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat RS yang sudah ada, merekrut lebih banyak dokter spesialis, meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan dan melengkapi fasilitas penunjang pelayanan,” ujarnya
Masih kata Bung Dodoy, masyarakat Babel membutuhkan layanan kesehatan yang cepat, berkualitas, dan mudah diakses.
Oleh karena itu, lanjut dia, penguatan kualitas pelayanan dinilai lebih penting daripada menambah jumlah bangunan RS.
Bung Dodoy berharap Pemprov Babel membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, dan tokoh daerah, sehingga setiap kebijakan strategis dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (*)
- Penulis: admin


