Salurkan Alat Tangkap Hingga Jaminan Sosial ke Nelayan : Upaya PT Timah Dukung Ekonomi dan Produktivitas Nelayan
- account_circle
- calendar_month Sel, 3 Sep 2024
- visibility 83
- comment 0 komentar

PANGKALPINANG – PT Timah Tbk senantiasa memberikan komitmen nyata dalam mendukung perekonomian masyarakat nelayan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimilikinya, PT Timah Tbk telah menelurkan banyak program-program yang pro nelayan.
Sejumlah program, seperti peningkatan sarana dan prasarana melaut, fishing ground, coral garden, penyaluran bantuan alat tangkap, pembuatan tambatan perahu, hingga jaminan sosial, telah dilakukan PT Timah Tbk dalam rangka mendukung perekonomian masyarakat nelayan.
Realisasi program CSR yang telah dilakukan anggota holding Industri Pertambangan MIND ID itu, diharapkan dapat berdampak positif, meningkatkan produktivitas dan juga ekonomi para masyarakat nelayan.
Baru-baru ini, PT Timah Tbk menyerahkan bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rezeki Nelayan Rangsang, di Desa Tanjung Bakau, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ketua Kelompok KUB Rezeki Nelayan Rangsang Darmawan (56) mengatakan, bantuan dari PT Timah Tbk sangat mereka butuhkan, guna mendukung nelayan dalam mencari nafkah.
“Terimakasih atas bantuannya. Semoga bantuan dan perhatian dari PT Timah Tbk dapat membantu meningkatkan perekonomian nelayan di Kecamatan Rangsang ini,” tutur Darmawan, dalam keterangannya, yang diterima Doorstop ID, Selasa (3/9/2024) malam.
Bantuan dari PT Timah Tbk itu, kata Darmawan, akan digunakan untuk membeli peralatan pendukung kebutuhan anggota kelompoknya yang berjumlah 10 orang.
Menurut Darmawan, bantuan yang disalurkan PT Timah Tbk sangat dibutuhkan oleh anggotanya, untuk menunjang pekerjaan. Sehingga, lanjut Darmawan, hasil tangkapan nelayan menjadi maksimal dan ekonomi keluarga nelayan juga ikut terangkat.
Tak berhenti sampai di situ, dalam rangka mendukung dan mempermudah akses nelayan di Desa Tanjung Kubu, Kabupaten Bangka Selatan, PT Timah menyalurkan bantuan renovasi dermaga penghubung antara Desa Tanjung Kubu dan Desa Tanjung Timur.
Warga Desa Tanjung Kubu, Rosidi (64) menceritakan dermaga antar kedua Desa tersebut sudah tak aman untuk dilalui, lantaran tiang dermaga telah rusak dan rapuh akibat tergerus air laut.
“Tapi karena kebutuhan warga, mereka terpaksa tetap menggunakannnya walaupun kondisi dermaga membahayakan keselamatan,” terang Rosidi dalam keterangannya, yang diterima Doorstop ID, Selasa (3/9/2024) malam.
Dermaga ini, kata Rosidi, menjadi jalan menuju tempat tambat perahu nelayan dan aktivitas lainnya. Sebelum ada dermaga ini, lanjut Rosidi, para nelayan dan petani harus menyeberangi sungai dan menunggu air laut surut.
“Dulunya para nelayan menyeberang melalui sungai dengan memanggul sepeda di atas. Jika air laut surut sore, kami pulang sore, jika pagi ya kami menginap dulu sambil menunggu air laut surut untuk menyeberang pulang,” tutupnya.
- Penulis:


