Tanggapi Almaster, Eddy Iskandar Jelaskan Alur Pembebasan Lahan Hutan di Babel
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 10 Sep 2026
- visibility 88
- comment 0 komentar

Eddy Iskandar Minta Pembebasan Kawasan Hutan Diusulkan dari Bawah
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eddy Iskandar, menegaskan bahwa proses pembebasan atau pengalihan fungsi kawasan hutan harus bermula dari usulan tingkat desa.
Hal tersebut ia sampaikan usai menerima massa dari Aliansi Masyarakat Terzolimi (Almaster) yang menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Babel, Kamis (10/9/2026).
Eddy menjelaskan, aturan perundang-undangan memang memperbolehkan adanya pembebasan kawasan hutan untuk dialihkan ke fungsi lain. Momentum ini dinilai tepat karena pemerintah daerah sedang menggodok pembahasan tata ruang di tingkat kabupaten. Namun, ia mengingatkan masyarakat bahwa birokrasi pengajuan harus taat prosedur administratif dari level terendah.
“Kami menyarankan masyarakat memanfaatkan momentum pembahasan tata ruang tingkat kabupaten yang sedang berjalan saat ini untuk mengajukan pembebasan tersebut. Namun, perlu saya tegaskan kembali bahwa usulan itu harus bergerak dari bawah. Mulai dari kepala desa (Kades), naik ke tingkat kabupaten, baru kemudian bermuara di provinsi,” ujar Eddy kepada wartawan.
Eddy menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel pada dasarnya berada dalam posisi siap memproses dan menyinkronkan seluruh dokumen usulan sebelum diteruskan ke pemerintah pusat.
“Provinsi sifatnya menyinkronkan data untuk disampaikan ke kementerian, karena kewenangan penuh pelepasan kawasan hutan itu mutlak berada di tangan Kementerian Kehutanan,” imbuhnya.
Selain persoalan lahan, politisi Partai Golkar ini juga menyoroti tuntutan massa terkait evaluasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Tricakti. Eddy memastikan pihak Satgas merespons tuntutan tersebut secara terbuka, terutama mengenai dugaan pelanggaran prosedur di lapangan.
“Rekan-rekan dari Satgas Tricakti menyatakan sangat terbuka terhadap evaluasi dan kritik dari masyarakat. Mereka juga siap menerima laporan jika ada perilaku oknum anggota yang dianggap menyimpang dari prosedur operasional di lapangan,” tegasnya.
Pertemuan yang juga menyentuh persoalan tata kelola komoditas timah tersebut berjalan kondusif. DPRD Babel mengapresiasi cara Almaster dalam menyampaikan aspirasi secara bijaksana, sehingga melahirkan ruang dialog yang sehat bagi kedua belah pihak.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan kondusif. Kawan-kawan menyampaikannya juga dengan bijaksana, dan yang hadir juga menanggapi, sehingga mudah-mudahan bisa ditindaklanjutilah di pertemuan berikutnya.,” pungkas Eddy.
- Penulis: admin


