Capaian Vaksin HPV Kelas 6 Baru 22 Persen, Pemkot Pangkalpinang Instruksikan Tracing Masif
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 16 Sep 2026
- visibility 86
- comment 0 komentar

Capaian Vaksin HPV Kelas 6 Baru 22 Persen, Pemkot Pangkalpinang Instruksikan Tracing Masif
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Agustu Afendi, mengungkapkan rendahnya capaian target Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Pangkalpinang menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Di mana, program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) untuk siswi kelas 6 SD, yang baru menyentuh angka 22,68 persen dari total sasaran target.
Hal tersebut diungkapkan Agustu saat membuka kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di halaman kantor BKPSDMD Kota Pangkalpinang, Rabu (16/9/2026) pagi. Pemerintah Kota Pangkalpinang kini tengah berada di bawah tekanan karena capaian kumulatif imunisasi masih berada di bawah target nasional sebesar 95 persen.
“Capaian HPV kelas 6 ini harus menjadi perhatian dan prioritas percepatan bagi kita semuanya,” ujar Agustu di hadapan jajaran dinas kesehatan dan kader posyandu.
Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, rendahnya realisasi ini berbanding terbalik dengan kelompok sasaran lain. Sebagai perbandingan, imunisasi HPV untuk siswi kelas 5 justru mampu melampaui angka 62,17 persen (1.338 anak dari target 2.152 anak). Begitu pula dengan capaian HPV kelas 9 yang sudah menyentuh 59,89 persen.
Merespons ketimpangan ini, Agustu langsung menginstruksikan jajaran dinas kesehatan dan seluruh Kepala Puskesmas di Pangkalpinang untuk segera turun ke lapangan. Ia memerintahkan adanya tindakan pelacakan (tracking) data secara masif guna menyisir anak-anak yang belum tersentuh imunisasi.
“Saya minta jajaran bidang kesehatan dan seluruh Kepala Puskesmas, mari kita perkuat pemetaan sasaran. Kita mapping dulu, kita tracking anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi. Jangan sampai ada anak yang terlewat hanya karena persoalan data atau koordinasi,” tegasnya.
Selain masalah validasi data di lapangan, kendala komunikasi dan maraknya informasi keliru (hoaks) di tengah masyarakat disinyalir menjadi batu sandungan utama. Oleh karena itu, Pemkot Pangkalpinang mendorong pihak sekolah dan madrasah untuk mengambil peran lebih agresif sebagai filter informasi bagi para orang tua murid.
Menurut Agustu, sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan mitra strategis untuk membangun kepercayaan publik terhadap program kesehatan nasional. Ia mengimbau para orang tua agar tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi medis.
“Kepada orang tua, saya mengajak untuk memastikan anaknya memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Konsultasikan setiap keraguan kepada tenaga kesehatan atau medis,” kata Agustu.
Langkah percepatan ini, lanjut Agustu, bukan sekadar pemenuhan program teknis di atas kertas. Imunisasi merupakan amanah konstitusi negara yang mengikat pemerintah daerah sesuai dengan mandat UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan UU Perlindungan Anak.
“Imunisasi adalah tanggung jawab bersama, tidak cukup hanya mengandalkan tenaga kesehatan saja. Dibutuhkan dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.
- Penulis: admin


