Disperkim Pangkalpinang Usulkan Bantuan 500 Rumah Layak Huni untuk Tahun Depan
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 8 Okt 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar

Disperkim Pangkalpinang Usulkan Bantuan 500 Rumah Layak Huni untuk Tahun Depan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong percepatan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) yang masih tersebar di sejumlah wilayah kota. Untuk mempercepat target tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Pangkalpinang berencana mengusulkan sekitar 500 unit bantuan rumah layak huni untuk tahun depan.
Kepala Disperkim Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, menyampaikan hal itu usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RDTR Kecamatan Bukit Intan dan Kecamatan Girimaya di Ballroom Aston Emidary Hotel Pangkalpinang, Rabu (7/10/2026).
Menurut Suharto, saat ini pemerintah daerah sedang menjalankan sejumlah program penanganan rumah masyarakat. Berdasarkan data Disperkim, sebanyak 85 unit dari total 327 unit rumah yang terdata masuk dalam bagian penanganan di Kota Pangkalpinang.
Ia berharap pemerintah pusat dapat terus meningkatkan dukungan anggaran untuk menyukseskan program rumah layak huni di Pangkalpinang.
“Dari Kementerian juga melalui Ibu Kepala Balai, untuk tahun depan mudah-mudahan Pangkalpinang dibantu lebih dari 300 unit,” kata Suharto.
Namun, ia mengingatkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat umumnya bersifat stimulan. Oleh karena itu, penyelesaian pembangunan rumah secara optimal tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah serta swadaya dari masyarakat penerima bantuan.
Pola tersebut, kata Suharto, merupakan hal yang penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, melainkan ikut berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Harusnya kita mendukung juga agar masyarakat yang dibantu pemerintah pusat ini semangat. Selama ini kebanyakan masyarakat maunya yang sudah jadi atau lewat kunci, sementara bantuan dari pemerintah pusat biasanya stimulan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan aktif penerima bantuan melalui swadaya akan membuat nilai bantuan dari pemerintah menjadi lebih maksimal. Dengan dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar, bantuan dengan nilai terbatas tetap bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah yang layak.
“Walaupun dengan angka Rp20 juta, bisa membuat rumah yang layak bagi keluarga di Pangkalpinang, kalau ada tambahan swadaya,” katanya.
Rencana usulan 500 unit bantuan untuk tahun depan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program. Langkah ini diambil karena rumah yang membutuhkan penanganan mendesak masih tersebar di beberapa kecamatan.
“Kita mengusulkan 500. Kalau bisa, kalau disetujui, kita berharap tahun depan bisa lebih banyak masyarakat yang menerima bantuan,” ungkapnya.
Suharto menambahkan, keberhasilan program bedah rumah ini tidak hanya ditentukan oleh besaran nominal bantuan, melainkan juga kemauan penerima untuk ikut berkontribusi. Ia mencontohkan beberapa warga terbukti mampu menyelesaikan pembangunan rumah berkat dukungan keluarga dan swadaya, meskipun jumlah bantuan yang diterima berbeda setiap tahunnya.
“Beberapa masyarakat bisa. Tahun kemarin 50, tahun ini 18 sudah selesai. Berarti kan bisa. Kalau memang banyak semangat, mungkin dengan bantuan keluarga juga bisa mendukung,” pungkasnya.
- Penulis: admin


