Dinkes Pangkalpinang Sediakan USG Gratis di Puskesmas, Ibu Hamil Diimbau Rutin Periksa Kandungan
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 14 Okt 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar

Dinkes Pangkalpinang Sediakan USG Gratis di Puskesmas, Ibu Hamil Diimbau Rutin Periksa Kandungan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang mengimbau seluruh ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungan dan memanfaatkan fasilitas ultrasonografi (USG) gratis di puskesmas terdekat. Langkah ini menjadi strategi krusial untuk memantau kesehatan ibu sekaligus mendeteksi perkembangan janin sejak dini.
Kepala Dinkes Kota Pangkalpinang, Hisar Mangoloi Manalu, menyampaikan langsung imbauan tersebut di sela-sela kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat Tingkat Kota Pangkalpinang Tahun 2026 yang berlangsung di Wilhelmina Park, Rabu (14/10/2026).
Hisar menjelaskan bahwa idealnya ibu hamil menjalani pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan. Dari total pemeriksaan tersebut, setidaknya ada dua kali sesi pemeriksaan yang menggunakan USG. Ia pun meminta para ibu tidak melewatkan jadwal yang sudah dianjurkan oleh tenaga kesehatan.
“Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali dan USG minimal dua kali. Kami berharap ibu hamil bisa memanfaatkan layanan ini untuk mengetahui kondisi kehamilan dan perkembangan janinnya,” ujar Hisar.
Pemerintah Kota Pangkalpinang sendiri sudah menyediakan layanan USG gratis di seluruh puskesmas sejak beberapa tahun terakhir. Kehadiran fasilitas ini bertujuan untuk memotong jalur birokrasi biaya, sehingga masyarakat bisa mengakses pemeriksaan berkualitas tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam di fasilitas kesehatan swasta.
Namun, Hisar mengingatkan bahwa pemeriksaan medis saja tidak cukup. Ibu hamil membutuhkan pondasi dukungan yang kuat dari ekosistem terdekatnya demi menjaga asupan gizi seimbang, konsumsi vitamin, serta kepatuhan minum tablet tambah darah.
“Ibu hamil membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Pendampingan bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi juga menjadi perhatian bersama,” katanya.
Lebih jauh, Hisar mengetuk kepedulian aparat pemerintah di tingkat desa dan kelurahan. Ia mendorong sinergi masyarakat untuk membentuk sistem pendampingan yang matang, terutama saat mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL).
“Pendampingan harus disiapkan sejak awal. Jangan sampai ketika ibu akan melahirkan, keluarga dan lingkungan belum siap membantu,” tegas Hisar.
Hisar juga menekankan bahwa disiplin memeriksakan kandungan, pemenuhan gizi yang tepat, dan hadirnya dukungan psikologis keluarga merupakan pilar utama dalam perang jangka panjang melawan stunting. Melalui intervensi sejak dalam kandungan, tumbuh kembang anak di Pangkalpinang diharapkan dapat berjalan optimal.
- Penulis: admin


