Kementerian Ekraf Dorong Pelaku UMKM Pangkalpinang Garap Potensi Ekonomi Digital Lewat Konten Kreatif
- account_circle admin
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar

Kementerian Ekraf Dorong Pelaku UMKM Pangkalpinang Garap Potensi Ekonomi Digital Lewat Konten Kreatif
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) / Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, resmi membuka kegiatan pelatihan “Waktunya Start Jadi Genmatic” di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, pada Selasa (27/10/2026). Program ini digelar untuk membekali para pelaku UMKM lokal dengan keterampilan digital, agar mampu mengoptimalkan omzet penjualan mereka.
Direktur Konten Digital Kementerian Ekraf, Yuana Rochma Astuti, menegaskan bahwa pemerintah kini menetapkan sektor konten digital sebagai prioritas baru. Langkah ini diambil melihat proyeksi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sangat besar hingga tahun 2030 mendatang.
“Pemerintah menetapkan konten digital ini sebagai sektor baru karena potensinya sangat bagus. Kami melihat potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan melonjak tajam hingga tahun 2030 karena populasi penduduk kita yang sangat besar. Saat ini, pengguna internet sudah lebih dari 60 persen, bahkan jumlah ponsel yang aktif melampaui jumlah total penduduk karena satu orang bisa memegang dua gawai. Potensi ini tentu tidak boleh kita abaikan,” ujar Yuana saat membuka acara.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Kementerian Ekraf aktif berkolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat, dan telah menjangkau lebih dari 20 kota sejak tahun lalu. Yuana menjelaskan,. bahwa Pangkalpinang menjadi salah satu kota beruntung yang mendapatkan kesempatan pelatihan intensif ini.
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan teori, melainkan langsung masuk ke ranah praktis dibimbing oleh para ahli dan kreator konten digital. Peserta yang sudah memiliki produk akan diajarkan cara memasarkannya, sementara yang belum memiliki produk diarahkan untuk menjadi afiliator (affiliate marketer).
“Nanti teman-teman akan diajari langsung oleh para mentor tentang bagaimana cara membuat video yang menarik agar bisa menembus FYP (For You Page) di TikTok. Melalui video tersebut, penonton akan tertarik dan mengklik tautan belanja yang disediakan, sehingga omzet penjualan dari keranjang kuning TikTok bisa semakin besar,” tutur Yuana.
Ia pun meminta komitmen penuh dari para peserta untuk mempraktikkan ilmu yang didapat secara konsisten di rumah, bukan sekadar belajar di ruang pelatihan. Terlebih, pihak panitia juga menyelenggarakan lomba pembuatan video kreatif kelompok terbaik untuk memacu semangat kompetisi.
“Kuncinya adalah praktik, sebab konten yang bagus lahir dari tindakan nyata. Kalau hanya belajar teori tetapi tidak pernah di-upload ke media sosial, hasilnya akan sia-sia. Jadi, yang akan sukses adalah mereka yang pulang dari sini lalu langsung mempraktikkannya di rumah. Kami mohon bantuan teman-teman untuk serius belajar karena pelatihan kali ini fokus pada porsi praktik,” lanjutnya.
Tidak berhenti pada pelatihan satu hari, lanjut dia, program ini juga menyediakan fasilitas pendampingan eksklusif bersama tim TikTok selama beberapa bulan ke depan melalui grup komunikasi. Fasilitas ini diberikan untuk membantu pelaku UMKM mengatasi kendala teknis, seperti optimasi konten hingga pemulihan akun yang bermasalah.
“Nanti tim dari TikTok akan mendampingi teman-teman melalui grup WhatsApp. Silakan manfaatkan wadah ini dengan baik jika menghadapi kesulitan, misalnya mengapa konten tidak fyp atau mengapa akun sempat diblokir. Berdasarkan pengalaman kami sebelumnya, para peserta yang aktif dalam masa pendampingan ini berhasil mencatatkan kenaikan omzet yang cukup signifikan,” jelas Yuana.
Lebih lanjut, Yuana juga mengingatkan bahwa keberhasilan UMKM dalam menaikkan omzet secara digital akan berdampak langsung pada indikator makro ekonomi nasional, khususnya dalam meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) serta memperluas penyerapan tenaga kerja di sektor informal.
“Tujuan utama kita dari program ini adalah kenaikan omzet. Jika pendapatan usaha teman-teman meningkat, otomatis itu berkontribusi pada kenaikan PDB nasional. Di sisi lain, saat teman-teman menghasilkan pendapatan mandiri dari konten digital, artinya teman-teman sudah terserap sebagai tenaga kerja yang produktif meski bukan lewat jalur formal,” tukas Yuana.
- Penulis: admin


