Kunjungan Menteri ESDM ke Pangkalan LPG di Tangerang Diwarnai Aksi Protes Warga
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 5 Feb 2025
- visibility 77
- comment 0 komentar

Seorang warga memprotes kelangkaan dan tingginya harga gas elpiji bersubsidi saat kunjungan Menteri ESDM ke Pangkalan LPG di Tangerang
DOORSTOP.ID, TANGERANG — Kunjungan kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke dua pangkalan LPG 3 kg di Kota Tangerang, Banten, pada Selasa (4/2/2025), diwarnai aksi protes warga yang mengeluhkan kelangkaan dan tingginya harga gas subsidi.
Seorang pria paruh baya bernama Effendi, sambil menenteng tabung gas LPG 3 kg kosong miliknya, mendekati rombongan Bahlil di Pangkalan Budi Setiawan. Ia mengamuk karena kesulitan mendapatkan gas melon selama dua pekan terakhir dan memprotes harga yang melonjak di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Kami tidak peduli siapa yang mengambil keuntungan. Kami hanya ingin dapur tetap ngebul, jualan bisa jalan, dan jangan buat kami semakin miskin,” seru Effendi dengan nada emosional di hadapan Bahlil.
Menanggapi keluhan tersebut, Bahlil menjelaskan bahwa lonjakan harga LPG 3 kg, yang sempat mencapai Rp 25-30 ribu per tabung, terjadi akibat ulah oknum yang mengedarkan gas oplosan.
Ia menegaskan, bahwa pemerintah telah mengalokasikan subsidi sebesar Rp 87 triliun per tahun agar harga LPG subsidi tetap terjangkau, maksimal Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per tabung.
“Pemerintah berkewajiban memastikan subsidi ini tepat sasaran,” tegas Bahlil.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan perubahan sistem distribusi LPG subsidi. Salah satu langkahnya adalah menaikkan status pengecer menjadi sub pangkalan agar penyaluran lebih terkontrol dan tidak terjadi kelangkaan.
“Dari pengecer, sekarang kita aktifkan jadi sub pangkalan, supaya bisa dikontrol negara dan tidak ada lagi yang menyalahgunakan LPG subsidi,” jelasnya.
Namun, jawaban tersebut belum memuaskan Effendi. Ia meminta pemerintah bertindak tegas terhadap para spekulan yang menimbun atau mengurangi isi tabung LPG 3 kg.
“Bapak punya kewenangan, punya alat untuk bertindak. Jangan rakyat yang dikorbankan,” tegasnya.
Effendi juga mempertanyakan persyaratan bagi pengecer yang ingin menjadi sub pangkalan. Menanggapi hal itu, Bahlil menjawab singkat, “Enggak ada persyaratan.”
Di akhir percakapan, Bahlil meminta Effendi untuk lanjut antre mendapatkan LPG 3 kg, seraya menjamin bahwa pemerintah akan memastikan distribusi yang lebih baik agar tidak ada lagi kelangkaan.
“Bapak antre dulu, yang penting negara hadir memastikan harga tetap baik dan tidak lagi langka,” pungkasnya.
- Penulis: admin


