Buka Seminar Reproduksi, Prof Udin: Kesehatan Perempuan Fondasi Utama SDM Unggul
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 2 Jun 2026
- visibility 134
- comment 0 komentar

Buka Seminar Reproduksi, Prof Udin: Kesehatan Perempuan Fondasi Utama SDM Unggul
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kaum perempuan. Hal ini ditegaskan Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), saat membuka Seminar Kesehatan Reproduksi Perempuan di Bangka City Hotel Pangkalpinang, Selasa pagi (2/6/2026).
Acara yang mengusung tema “Perempuan Sehat, Generasi Kuat: Peduli Kesehatan Reproduksi Sejak Dini” ini, digelar untuk memperingati Hari Kesehatan Perempuan Internasional. Pemerintah Kota Pangkalpinang secara khusus menggandeng EMC Health Group untuk menyukseskan agenda edukasi kesehatan tersebut.
Dalam sambutannya, Prof Udin memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kolaborasi sektor swasta dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mendongkrak derajat kesehatan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi, mempersiapkan, dan menyelenggarakan kegiatan ini, khususnya kepada EMC Health Group atas kolaborasi, kepedulian, serta komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama kesehatan perempuan,” ujarnya.
Ia menekankan, peringatan Hari Kesehatan Perempuan Internasional tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial tahunan. Sebaliknya, momentum ini harus menjadi pemantik kesadaran kolektif bahwa perempuan tangguh merupakan pilar utama pembangunan bangsa.
“Peringatan Hari Kesehatan Perempuan Internasional bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa kesehatan perempuan adalah fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” tegasnya.
Ia menambahkan, perempuan memegang peran sentral dalam mencetak generasi masa depan. Perempuan bertindak sebagai pendidik pertama dalam keluarga, pengelola rumah tangga, sekaligus motor penggerak roda ekonomi sosial.
“Kita harus memahami bahwa perempuan memegang peranan yang sangat besar dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bahkan pembangunan bangsa. Dalam banyak hal, perempuan adalah pusat pendidikan pertama dalam keluarga, pengelola kehidupan rumah tangga, sekaligus penggerak sosial dan ekonomi masyarakat,” jelas Prof Udin.
“Oleh sebab itu, perempuan yang sehat, kuat, dan memiliki kualitas hidup yang baik akan melahirkan keluarga yang sehat, lingkungan sosial yang produktif, serta generasi penerus bangsa yang berkualitas,” imbuhnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari institusi medis, lembaga pendidikan, pihak swasta, hingga komunitas warga unntuk ikut bertanggung jawab.
“Karena itulah, perhatian terhadap kesehatan perempuan, termasuk kesehatan reproduksi, harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas tenaga medis atau institusi kesehatan semata, tetapi juga pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, sektor swasta, komunitas masyarakat, dan seluruh elemen bangsa,” tuturnya.
Prof Udin juga memaparkan tantangan di lapangan, di mana masyarakat sering kali terlambat mendeteksi penyakit akibat minimnya literasi kesehatan yang valid. Ia menilai, masalah kesehatan reproduksi perempuan sangat kompleks, meliputi fase remaja, kehamilan, pencegahan kanker, kesehatan mental, hingga masa lansia.
“Kesehatan reproduksi perempuan mencakup banyak aspek penting, mulai dari kesehatan remaja putri, kesiapan reproduksi pada usia dewasa, kesehatan ibu hamil dan menyusui, pencegahan penyakit reproduksi, kesehatan hormonal, deteksi dini kanker pada perempuan, kesehatan mental perempuan, hingga kesejahteraan perempuan pada masa lanjut usia,” urai dia.
“Kurangnya edukasi dan keterbukaan informasi sering kali menyebabkan masyarakat terlambat memahami tanda-tanda gangguan kesehatan, terlambat melakukan pemeriksaan, atau bahkan terjebak pada informasi yang tidak tepat. Oleh sebab itu, kegiatan seminar seperti ini menjadi sangat penting sebagai ruang edukasi, diskusi, sekaligus peningkatan kesadaran bersama,” lanjut Prof Udin.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan terus memperkuat langkah pencegahan (preventif) dan edukasi (promotif) secara berkala lewat fasilitas layanan kesehatan primer. Namun, Prof Udin kembali mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.
“Pemerintah Kota Pangkalpinang memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan perempuan dan anak. Upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan berkala, peningkatan layanan kesehatan primer, penguatan peran fasilitas pelayanan kesehatan, serta kolaborasi multipihak,” terang Prof Udin.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai pihak menjadi sangat penting. Dalam konteks itulah kerja sama dengan EMC Health Group menjadi langkah positif yang patut diapresiasi,” sambungnya.
Ia mendorong para peserta untuk bersikap aktif selama seminar agar bisa membagikan ilmu yang didapat ke lingkungan rumah masing-masing. Terlebih di era digital, hoaks kesehatan bertebaran dengan cepat, sehingga masyarakat membutuhkan sumber informasi resmi dari ahlinya.
“Saya berharap melalui kegiatan ini para peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan memperoleh pemahaman baru yang nantinya dapat diteruskan kepada keluarga maupun lingkungan masyarakat masing-masing,” harapnya.
“Saya juga ingin mengajak semuanya agar mulai membangun budaya komunikasi yang sehat mengenai kesehatan reproduksi. Edukasi yang baik bukan berarti menghilangkan nilai moral, melainkan memberikan pemahaman yang benar agar generasi muda mampu menjaga diri, mengambil keputusan yang sehat, dan memahami pentingnya tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri,” ajak Prof Udin.
Di era digital saat ini, kata dia, akses informasi memang semakin mudah, tetapi tidak semua informasi benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karaena itu, masyarakat perlu memperoleh sumber pengetahuan yang valid, berbasis ilmu kesehatan, dan disampaikan langsung oleh tenaga profesional yang kompeten.
Sebelum membuka acara secara simbolis, dirinya juga meminta seluruh peserta agar menyerap ilmu narasumber secara maksimal dan kembali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim medis.
“Kepada seluruh peserta seminar, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dengarkan materi dari para narasumber, ajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas hidup diri sendiri maupun masyarakat sekitar,” pesan Prof Udin.
“Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada EMC Health Group, para tenaga medis, narasumber, panitia penyelenggara, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga seminar ini berjalan lancar, memberikan manfaat yang besar, memperluas wawasan masyarakat, dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan di Kota Pangkalpinang,” pungkassnya.
- Penulis: admin


