Eddy Iskandar Terima Audiensi AMC Babel Terkait Polemik Kerugian Negara Rp271 Triliun
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 11 Feb 2025
- visibility 107
- comment 0 komentar

Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar merima audiensi AMC Babel terkait polemik kerugian negara Rp271 Triliun
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eddy Iskandar, menerima audiensi dari Aliansi Masyarakat Cinta (AMC) Bangka Belitung pada Senin (10/2/2024). Pertemuan ini membahas polemik perhitungan kerugian negara dalam kasus yang disebut mencapai Rp271 triliun.
Dalam audiensi tersebut, Eddy menegaskan bahwa DPRD terbuka terhadap setiap aspirasi masyarakat dan akan menindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Apapun aspirasi masyarakat wajib kami terima, dan secara ketentuan maupun prosedural, aspirasi tersebut akan dibahas di Badan Musyawarah (Banmus),” ujar Eddy, seperti dikutip dari laman facebook resmi DPRD Babel, Selasa (11/2/2025).
Terkait usulan pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk menyelidiki persoalan tersebut, Eddy menjelaskan, bahwa prosesnya harus melalui pengusulan dari fraksi-fraksi DPRD. Usulan itu nantinya akan dibahas di Banmus sebelum akhirnya disahkan dalam rapat paripurna.
“Pembentukan Pansus diusulkan oleh fraksi-fraksi melalui surat kepada pimpinan, kemudian dibahas di Banmus untuk disepakati sebelum finalisasi di paripurna,” jelasnya.
Eddy juga menambahkan, keputusan pembentukan Pansus atau Panitia Kerja (Panja) harus mendapat persetujuan dari seluruh fraksi, bukan berdasarkan keinginan individu atau kelompok tertentu.
“Kebetulan hari ini juga sedang berlangsung rapat Banmus, salah satunya mungkin membahas terkait Pansus tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua AMC Bangka Belitung, Kurniadi Ramadani, menyoroti kurangnya informasi yang utuh dan valid terkait perhitungan kerugian negara yang beredar di masyarakat.
“Kami mendorong DPRD untuk mendapatkan data yang valid dari tiga kementerian, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Data tersebut penting untuk mengetahui secara pasti luasan bukaan lahan, reklamasi, dan aspek lainnya,” kata Kurniadi.
Dilanjutkan Kurniadi, bahwa AMC Babel menekankan transparansi data sangat diperlukan agar tidak terjadi salah tafsir atau perbedaan persepsi di tengah masyarakat.
“Kami meminta DPRD untuk menindaklanjuti aspirasi ini demi kepentingan masyarakat Bangka Belitung,” pungkasnya.
- Penulis: admin


