Dispar Pangkalpinang Sosialisasi di Pesantren Hidayatussalikin, Dorong Pemanfaatan Ekraf di Kalangan Santri
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 13 Feb 2025
- visibility 68
- comment 0 komentar

Dispar Pangkalpinang Sosialisasi di Pesantren Hidayatussalikin, Dorong Pemanfaatan Ekraf di Kalangan Santri
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) pada Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Pangkalpinang, menggelar sosialisasi perkembangan ekonomi kreatif bagi santri dan santriwati di Pondok Pesantren Hidayatussalikin, Kelurahan Air Itam, Bukit Intan, Rabu (12/2/2025).
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendorong pemanfaatan ekonomi kreatif di kalangan santri, agar lebih mandiri secara ekonomi.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Ekraf, Susi Erawati, yang menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut berfokus pada beberapa aspek penting yang perlu diketahui oleh para santri.
“Beberapa aspek penting itu di antaranya meningkatkan kesadaran akan potensi ekonomi kreatif, membekali keterampilan wirausaha, serta mendorong kemandirian ekonomi santri,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Susi, santri juga dikenalkan dengan pemasaran digital agar mampu mengembangkan produk mereka secara lebih luas.
“Kami ingin santri dan santriwati tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga mampu menciptakan kreativitas, ide, dan inovasi yang bisa dikembangkan baik di dalam maupun di luar pesantren,” ucap Susi.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pesantren memiliki banyak santri berbakat dalam berbagai bidang seperti musik, kuliner, desain produk, dan kriya. Oleh karena itu, pendampingan dan pelatihan sangat diperlukan agar bakat-bakat tersebut dapat dikembangkan dan berdaya saing.
“Ekonomi kreatif ini juga merupakan mesin penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, karena berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pangkalpinang,” bebernya.
Susi juga menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan pembinaan lebih lanjut, agar santri memiliki bekal untuk berwirausaha setelah lulus dari pesantren.
“Tidak semua santri bisa melanjutkan kuliah, sehingga bekal keterampilan ini bisa menjadi modal mereka untuk menjadi pebisnis dan wirausahawan,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatussalikin, Ahmad Ja’far Shidiq, menyambut baik kegiatan ini dan menilai bahwa sosialisasi ekonomi kreatif memberikan dampak positif bagi santri-santrinya.
“Kebetulan pesantren kami pernah tiga kali menjuarai Festival Ekonomi Syariah secara nasional dan juga dikenal sebagai Pesantren Kreatif dan Entrepreneur. Karena itu, kami mengarahkan santri agar bisa mengembangkan potensi mereka sesuai bidang yang diminati,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara pihaknya dengan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, yang diharapkan akan dapat terus berlanjut.
“Santri kini merasa ada bimbingan dan dukungan yang jelas. Kami akan maksimalkan kesempatan ini agar santri dapat mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren,” tukasnya.
- Penulis: admin


