15 Pron TI Rajuk Ilegal Beroperasi di Sekitar PAMsimas Beriga, Ada Oknum Aparat Terlibat?
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 19 Feb 2025
- visibility 96
- comment 0 komentar

15 Pron TI Rajuk Ilegal Beroperasi di Sekitar PAMsimas Beriga, Ada Oknum Aparat Terlibat?
DOORSTOP.ID, LUBUK BESAR – Sebanyak 15 pron Tambang Inkonvensional (TI) jenis rajuk ilegal beroperasi di Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, tepatnya di sekitar fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMsimas) Desa Batu Beriga.
Tambang ilegal tersebut, diketahui telah beroperasi selama kurang lebih satu bulan, tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH).
Mirisnya, hingga saat ini, pihak berwenang hanya memberikan imbauan kepada para penambang untuk menghentikan aktivitas mereka, namun belum ada langkah konkret dalam bentuk penertiban.
Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas tambang tersebut diduga telah dikoordinasikan oleh beberapa pihak, termasuk ada dugaan keterlibatan oknum aparat, terkait aktivitas tambang di lokasi tersebut. Namun, belum diketahui secara pasti aparat yang diduga terlibat itu, berasal dari institusi mana.
Di sisi lain, masyarakat Desa Batu Beriga dan Dusun Berikat dengan tegas menolak rencana operasional tambang laut yang akan dijalankan oleh PT Timah. Mereka khawatir keberadaan tambang tersebut akan merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem laut di wilayah mereka.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batu Beriga, Putra, membenarkan adanya aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. Menurutnya, lokasi tersebut telah beberapa kali didatangi oleh aparat dan diberikan imbauan untuk segera menghentikan operasi.
“Memang benar ada tambang ilegal di sana dan mayoritas penambangnya merupakan warga setempat. Kami bersama pihak kepolisian dari Polsek Lubuk Besar sebelumnya sudah beberapa kali meminta penambang untuk menghentikan aktivitasnya,” ujar Putra, kepada wartawan, Senin (17/2/2025).
Putra menambahkan, meskipun telah berulang kali diimbau untuk berhenti, masih ada beberapa unit tambang yang tetap beroperasi.
“Tambang ini sudah berjalan sekitar satu bulan. Kami bersama aparat desa dan kepolisian telah meminta mereka untuk membongkar peralatan mereka. Saat ini, sebagian sudah berhenti, tetapi masih ada yang bertahan,” tukasnya.
Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih berupaya mengonfirmasi dan mencari tahu pihak yang berada di balik operasional tambang ilegal di Desa Batu Beriga.
- Penulis: admin


