PT BPP Bangun Pabrik Sawit di Desa Nangka, Warga Minta Jaminan Lingkungan dan Tenaga Kerja
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 19 Mar 2025
- visibility 257
- comment 0 komentar

PT BPP Bangun Pabrik Sawit di Desa Nangka, Warga Minta Jaminan Lingkungan dan Tenaga Kerja
DOORSTOP.ID, BANGKA SELATAN — PT Bukit Palma Prima (BPP) berencana membangun pabrik pengolahan kelapa sawit di Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Pabrik ini akan memiliki kapasitas 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam serta fasilitas pengolahan inti sawit (KCP) dengan kapasitas 60 ton kernel per hari.
Sebagai bagian dari proses perizinan, PT BPP menggelar konsultasi publik di Aula Kantor Desa Nangka pada Senin (17/3/2025) lalu.
Acara ini menjadi tahap awal penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Air Gegas Imam Mubarak, Kepala Desa Nangka Bayumi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Babel Abdul Hadi, serta Kuasa Direksi PT BPP Josep. Puluhan warga Desa Nangka juga turut hadir dalam forum ini.
Sejumlah warga menyatakan dukungan terhadap pembangunan pabrik, namun tetap mengajukan berbagai pertanyaan dan harapan terkait dampak lingkungan serta peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Mario, salah satu warga yang mendukung proyek ini, meminta kepastian terkait dampak lingkungan, terutama karena lokasi pabrik hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pemukiman warga. Ia juga menekankan pentingnya perekrutan tenaga kerja lokal.
“Kami berharap 70 persen pekerja pabrik berasal dari warga Desa Nangka. Selain itu, akses jalan harus benar-benar diperhatikan agar tidak mengganggu masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan Mario, Faisal meminta agar kajian lingkungan dilakukan secara mendalam, terutama dalam hal pembuangan limbah.
“Limbah pabrik harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat H. Jamaludin menegaskan bahwa pabrik ini harus memberikan manfaat nyata bagi warga. Ia berharap perusahaan memprioritaskan pembelian sawit dari petani lokal.
Menanggapi berbagai masukan, Kuasa Direksi PT BPP, Josep, menegaskan bahwa pihaknya siap menerima saran dari masyarakat dan berkomitmen untuk menjaga lingkungan.
“Soal akses jalan, kami akan mencari alternatif yang terbaik. Untuk tenaga kerja, nanti akan ada kesepakatan dengan pemerintah desa. Kami juga mendorong petani sawit di Desa Nangka membentuk kelompok tani agar perusahaan bisa menyerap hasil panen mereka,” kata Josep.
Investasi pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai Rp300 miliar dan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan warga.
- Penulis: admin


