Musda II DPD PI Babel: Pemilihan Ketua, Sinergi dengan Stakeholder dalam Pemerataan Pembangunan dan Pengelolaan Sampah
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 17 Apr 2025
- visibility 74
- comment 0 komentar

Musda II DPD PI Babel: Pemilihan Ketua, Sinergi dengan Stakeholder dalam Pemerataan Pembangunan dan Pengelolaan Sampah
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pengembang Indonesia (PI), Barkah Hidayat, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) merupakan mekanisme yang harus dijalani, guna peremajaan organisasi dari ketua lama dengan yang baru.
“Di mana sudah 5 tahun Musda yang lalu, jadi harus ada pergantian ataupun peremajaan ya. Mekanisme itu harus kita jalankan,” ujar Barkah, saat ditemui wartawan di sela-sela Musda II DPD PI Kepulauan Bangka Belitung, yang digelar di Grand Safran Hotel, Kamis (17/4/2025)..
Disamping itu, ia juga menilai pentingnya sinergitas dengan pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan inovasi pengelolaan sampah yang efektif dari perumahan-perumahan yang ada di Bangka Belitung.
“PI bukan hanya developer, tapi kami mengajak industri ikutannya. Ada kontraktor, material building, baja ringan, keramik, hingga broker. Jadi kita bisa bersinergi bersama-sama,” tutur Barkah.
Barkah juga menjelaskan, bahwa PI mendorong konsep pembangunan yang efisien namun berkualitas melalui pendekatan yang mereka sebut “BMW”.
“Kita ingin bangunan yang BMW: Berkualitas, Murah, dan Waktunya cepat. Ini sedang kami bangun,” jelas Barkah.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan yang adil di seluruh wilayah. Menurutnya, PI memiliki program unggulan “satu hektare satu kecamatan” sebagai wujud nyata kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal.
“Kami berharap terjadi pemerataan yang berkeadilan di daerah-daerah agar berkembang lebih pesat. Ini yang akan kami bahas dan rumuskan dalam Musda kali ini,” ujarnya.
Barkah juga menanggapi persoalan lingkungan yang muncul seiring meningkatnya pembangunan perumahan. Ia menyebut teknologi pengelolaan sampah sudah tersedia dan bisa diterapkan di Bangka Belitung.
“Di berbagai daerah sudah diterapkan teknologi untuk memisahkan sampah organik dan non-organik agar pengelolaannya lebih efektif. Itu bisa kita transfer ke sini,” katanya.
Ia juga menambahkan, bahwa persoalan sampah ini seharusnya tidak hanya dianggap sebagai masalah, melainkan peluang untuk menciptakan solusi yang bermanfaat.
“Sampah memang masalah di mana-mana, tapi bisa dimanfaatkan. Ini yang belum dilakukan di sini. Kita nanti akan sampaikan contoh-contoh dari beberapa daerah,” pungkas Barkah.
- Penulis: admin


