Eddy Iskandar Dukung PT Timah Libatkan Masyarakat dalam Tata Kelola Pertambangan
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 13 Sep 2025
- visibility 99
- comment 0 komentar

Ketua, dan Wakil Ketua DPRD Babel sedang berbincang dengan Dirut PT Timah sesaat usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Timah, Sabtu (13/9/2025). Foto: Heri K
Eddy Iskandar Dukung PT Timah Libatkan Masyarakat dalam Tata Kelola Pertambangan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eddy Iskandar, menegaskan dukungannya terhadap langkah PT Timah Tbk dalam mengelola pertambangan timah dengan melibatkan masyarakat. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Timah Tbk di ruang kerja Ketua DPRD Babel, Sabtu siang (13/9/2025).
Eddy menilai, timah memiliki peran vital dalam perekonomian Babel sehingga keberlanjutan tata kelola pertambangan harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Pertambangan timah ini sesuatu yang lain dibanding tambang-tambang yang lain. Karena timah dikelola oleh masyarakat. Masyarakat ikut serta. Timah menjadi hajat hidup masyarakat Bangka Belitung. Kondisi timah memengaruhi ekonomi kita. Kemarin saat timah tidak berjalan, ekonomi Babel sempat hanya tumbuh 0,43 persen. Dengan berjalannya timah, ekonomi kembali terdorong,” ungkap Eddy.
Ia menambahkan, DPRD Babel siap mendukung program PT Timah, terutama yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Eddy juga menyinggung hasil rapat di Kementerian Keuangan yang turut dihadiri Menteri Pertahanan dan Menteri ESDM.
“Pesannya jelas, bahwa pengelolaan PT Timah tidak boleh melupakan koperasi dan UMKM. Itu artinya masyarakat harus ikut serta. Harapan kami implementasinya segera jalan, tidak hanya sebatas keputusan di atas kertas,” tegasnya.
Menurut Eddy, PT Timah juga harus membina masyarakat penambang, termasuk yang berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah, agar aktivitas mereka tetap produktif dan memberi keuntungan bagi semua pihak.
“Harapan kami, legal atau tidak legalnya itu, selama menambang di IUP PT Timah harus dibina. Jangan dilihat statusnya dulu, tapi bagaimana dibina sehingga hasilnya masuk ke PT Timah. Dengan begitu, masyarakat kecil tetap berpenghasilan dan PT Timah juga untung,” jelasnya.
Lebih jauh, Eddy menekankan bahwa meningkatnya produksi PT Timah akan berdampak pada pendapatan daerah.
“Kalau target RKAB 30 ribu ton tercapai, tahun ini Babel bisa dapat Rp400–500 miliar. Itu bukan hanya menjamin tenaga kerja PT Timah, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat APBD yang bertambah dari royalti. Karena itu harus ada sinergi, mengutamakan kepentingan masyarakat banyak,” tutup Eddy.
- Penulis: admin


