BNN Kota Pangkalpinang Gelar Forkom P4GN, Kombes Pol Basani Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lawan Narkoba
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 21 Mei 2025
- visibility 223
- comment 0 komentar

BNN Kota Pangkalpinang Gelar Forkom P4GN, Kombes Pol Basani Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lawan Narkoba
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang, Kombes Pol Basani R. Sagala, secara resmi membuka Forum Komunikasi (Forkom) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di ruang pertemuan Bapperida, Rabu (21/5/2025).
Dalam sambutannya, Basani menekankan bahwa forum ini merupakan langkah awal dalam mengimplementasikan amanah undang-undang untuk mewujudkan Pangkalpinang sebagai kota yang bersih dari narkoba (Bersinar).
“Ini merupakan acara perdana yang kita gelar untuk mengimplementasikan mandat undang-undang dan kepercayaan masyarakat. Bersama-sama kita harus menyelamatkan Pangkalpinang menjadi kota bersih narkoba,” tegas Basani.
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN. Meski BNN menjadi garda terdepan dalam pencegahan, penyuluhan, dan edukasi, namun seluruh elemen masyarakat dan institusi hukum harus terlibat secara aktif.
“Semua pihak harus memegang mandat ini. Pemberantasan berada di pundak para penegak hukum dari berbagai institusi. Namun kebanggaan sejati bukan terletak pada berapa besar jumlah barang bukti yang berhasil diungkap, melainkan seberapa kuat kita mencegah narkotika masuk ke Indonesia,” ujarnya.
Basani mencontohkan pengalamannya saat memimpin pengungkapan 115 kilogram sabu di Palembang pada awal 2024. Menurutnya, besarnya jumlah barang bukti justru menjadi cerminan lemahnya pengawasan di titik masuk narkotika.
“Logikanya, kenapa bisa masuk? Ini mengerikan. Seorang dokter bilang, kalau syaraf manusia sudah rusak karena narkoba, itu tidak bisa diperbaiki. Secara biologis, sangat sulit untuk sembuh. Kecuali atas kehendak Tuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemulihan penyalahguna narkoba harus dimulai dari kesadaran diri sendiri, serta didukung lingkungan yang sehat dan kuat. Untuk itu, Basani menyerukan pentingnya ketahanan sosial dari lingkup terkecil.
“Mulailah dari keluarga, keponakan, sahabat, tetangga. Itu yang paling efektif. Saya contohkan para homeless di Amerika, meskipun ganja legal di sana, kalau kamu pakai itu, kamu tidak akan jadi apa-apa, hanya akan jadi homeless seumur hidup. Negara mereka punya dana untuk menanggung itu, tapi kita tidak,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa strategi nasional BNN RI saat ini mengadopsi pendekatan yang pernah digunakan dalam pemberantasan terorisme, saat Kepala BNN RI memimpin Densus 88.
“Beliau terapkan lima penguatan strategi nasional. Ini bukan sekadar tugas polisi atau TNI sebagai penjaga terakhir. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.
Basani juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas. Ia secara terbuka menyatakan komitmennya untuk bersih dari narkoba.
“Saya akui, saya bukan orang suci. Patung polisi saja tidak bersih. Tapi saya berani katakan, saya bersih 100% dari narkoba. Kalau kamu tertangkap karena perkelahian, saya bisa bantu. Tapi kalau karena narkotika, maaf, siapapun kamu, saya tidak akan tolong,” tegasnya.
- Penulis: admin


