Iduladha di Gaza: Tanpa Daging, Beli Roti Pun Saya Tak Mampu
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 7 Jun 2025
- visibility 273
- comment 0 komentar

Iduladha di Gaza: Tanpa Daging, Beli Roti Pun Saya Tak Mampu
DOORSTOP.ID, GAZA — Di banyak penjuru dunia, Iduladha dirayakan dengan semarak. Warga Muslim menyembelih hewan kurban seperti kambing, domba, atau sapi, kemudian membagikan dagingnya kepada yang membutuhkan. Keluarga berkumpul, menyantap hidangan lezat, anak-anak mendapat baju baru dan hadiah.
Namun, di Gaza, suasana itu tinggal kenangan. Iduladha tahun ini datang dalam kegetiran. Sudah tiga bulan lamanya tanpa daging yang masuk ke wilayah ini. Israel masih melarang masuknya bantuan kemanusiaan dan kebutuhan pokok lainnya.
Hampir seluruh hewan ternak lokal, seperti domba, sapi, dan kambing, mati akibat 20 bulan serangan udara dan operasi darat Israel. Hanya segelintir ternak yang tersisa, dan kini dijual di kandang sementara di kamp pengungsi Muwasi, selatan Gaza. Tapi tak ada warga yang mampu membeli.
Beberapa orang hanya datang melihat hewan-hewan itu, seekor sapi dan beberapa kambing dan unta. Anak-anak yang melihatnya pun hanya bisa tertawa kecil sambil melantunkan doa-doa Iduladha.
“Membeli roti pun saya tak mampu. Tidak ada daging, tidak ada sayuran. Harga-harganya sangat mahal,” ujar warga Gaza, Abdel Rahman Madi, seperti dilansir dari AP, Sabtu (7/6/2025).
Di pasar jalanan Khan Younis, kota terdekat, sejumlah kios mencoba menjual boneka domba, pernak-pernik hari raya, dan pakaian bekas. Namun, kebanyakan pengunjung hanya melihat-lihat lalu pergi. Harga terlalu tinggi.
“Dulu, ada suasana Iduladha, anak-anak senang. Sekarang dengan blokade, tidak ada tepung, tidak ada pakaian, tidak ada kegembiraan,” kata Hala Abu Nqeira, seorang wanita yang berjalan di pasar.
“Kami hanya pergi untuk mencari tepung untuk anak-anak kami. Kami keluar setiap hari mencari tepung dengan harga wajar, tapi kami menemukannya dengan harga yang tidak masuk akal,” sambungnya.
Situasi pangan di Gaza kini memasuki titik nadir. Menurut PBB, 96% populasi ternak dan 99% unggas telah mati. Lebih dari 95% lahan pertanian yang dulu jadi tumpuan hidup warga kini tidak bisa digunakan, baik karena rusak parah atau masuk dalam zona militer Israel. Data ini dirilis Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dalam survei terbaru mereka.
Rasha Abu Souleyma, seorang ibu 38 tahun, baru-baru ini kembali ke rumahnya di Rafah setelah mengungsi dari Khan Younis. Ia pulang untuk mencari barang-barang yang tersisa.
“Saya tidak bisa membelikan mereka pakaian atau apa pun,” ujarnya, sambil menunjukkan sepasang kacamata plastik merah muda dan gelang yang ia temukan lalu berikan kepada kedua putrinya sebagai hadiah Iduladha.
“Dulu saya membawa daging saat Iduladha agar mereka senang, tapi sekarang kami tidak bisa membawa daging, dan saya bahkan tidak bisa memberi makan anak-anak dengan roti,” tambahnya.
Di dekat tempat tinggalnya, sekelompok anak mencoba tertawa dan bermain di atas ayunan darurat, tali yang digantung dan dililitkan seadanya.
Karima Nejelli, seorang pengungsi dari Rafah, mengingatkan bahwa ini bukan kali pertama warga Gaza merayakan hari besar dalam penderitaan.
“Selama Hari Raya ini, kami sebagai warga Palestina tidak melihat kegembiraan. Tidak ada kurban, tidak ada kue, tidak ada pembelian pakaian Hari Raya atau apa pun,” tandasnya.
- Penulis: admin


