MPLS Ramah 2025: Murid Baru SMP dan SMA/SMK Akan Jalani Asesmen Literasi-Numerasi, Jadi Acuan Guru Merancang Pembelajaran
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 10 Jul 2025
- visibility 218
- comment 0 komentar

Rujukan kegiatan MPLS Ramah 2025 (Foto: Kemendikdasmen)
MPLS Ramah 2025: Murid Baru SMP dan SMA/SMK Akan Jalani Asesmen Literasi-Numerasi, Jadi Acuan Guru Merancang Pembelajaran
DOORSTOP.ID – Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Rusprita Putri Utami, menyebutkan bahwa seluruh murid baru di jenjang SMP dan SMA/SMK akan mengikuti asesmen literasi membaca dan numerasi selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun ajaran 2025/2026.
“Pada jenjang SMP dan juga SMA/SMK, ini terdapat asesmen awal MPLS Ramah terkait literasi membaca dan numerasi,” ujar Rusprita dalam acara Sosialisasi MPLS Ramah 2025 yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Kemendikdasmen, Selasa (8/7/2025) lalu.
Ia menambahkan, hasil asesmen tersebut tidak digunakan untuk memberi nilai atau peringkat, melainkan sebagai bahan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
MPLS Ramah 2025 dirancang untuk menciptakan pengalaman awal yang positif, aman, dan mendidik bagi siswa baru di seluruh jenjang. Dalam program yang berlangsung selama lima hari ini, siswa tidak hanya dikenalkan pada lingkungan sekolah, tetapi juga diberi ruang untuk membangun karakter, semangat belajar, dan interaksi sosial yang sehat.
Hari pertama MPLS dimulai dengan Pertemuan Pagi Ceria yang diisi dengan senam bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta doa bersama. Selanjutnya, siswa diajak mengenal fasilitas sekolah lewat tur interaktif bertema Aku dan Sekolahku, dan menjelajahi lingkungan sekitar sekolah dalam kegiatan Aku dan Sekitarku.
Kegiatan penanaman karakter dilakukan melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di mana siswa terlibat dalam aktivitas bernyanyi, membuat catatan harian, dan diskusi kelompok. MPLS juga membekali siswa dengan pemahaman mengenai etika digital melalui diskusi video dan praktik membuat caption positif untuk media sosial.
“Etika digital dan penguatan karakter menjadi bagian penting karena kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam kehidupan sosial, termasuk di ruang digital,” terang Rusprita dalam pemaparannya.
Di hari kedua dan ketiga, siswa mengikuti berbagai sesi penguatan nilai kebersamaan, seperti Ruang Perjumpaan Murid Baru, di mana mereka menyampaikan harapan dan kekhawatiran melalui Pohon Harapan dan Pohon Solusi. Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan refleksi bersama.
Program juga mencakup edukasi kesiapsiagaan bencana melalui simulasi evakuasi yang menyenangkan. Lagu-lagu seperti “Jangan BBMK” (Jangan Berlari, Berisik, Mendorong, dan Kembali) digunakan untuk menanamkan pesan keselamatan secara efektif.
Hari-hari selanjutnya dimanfaatkan untuk pelaksanaan asesmen literasi-numerasi yang menjadi salah satu kebaruan MPLS Ramah tahun ini. Murid juga dibimbing mengenali potensi diri melalui analisis SWOT, serta diperkenalkan pada kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler.
MPLS Ramah menjadi bagian dari transformasi sistem pendidikan nasional yang menempatkan murid sebagai subjek utama.
Pemerintah berharap, melalui pendekatan ramah dan partisipatif ini, sekolah dapat menjadi ruang tumbuh bersama yang aman dan menggembirakan bagi seluruh peserta didik.
- Penulis: admin


