Jelang Puncak Haji, Kemenag Babel Pastikan Kesiapan Fisik dan Kesehatan Jemaah Aman
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 3 Jun 2025
- visibility 211
- comment 0 komentar

Jelang Puncak Haji, Kemenag Babel Pastikan Kesiapan Fisik dan Kesehatan Jemaah Aman
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Jelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Bangka Belitung, Dr. Masmuni Mahatma memastikan seluruh jemaah asal Babel dalam kondisi fisik yang terpantau baik dan siap mengikuti rangkaian ibadah haji secara optimal.
“Perihal fisik itu sudah diantisipasi, baik itu didaftarkan untuk ikut safari wukuf maupun juga dalam jalan kaki. Ini kabar yang baik bagi kita,” ujar Masmuni kepada awak media saat konferensi pers di Auditorium Mas’ud Hasan Qolay, Kantor Kemenag Babel, Selasa (3/6/2025). Konferensi ini digelar secara daring bersama seluruh petugas Kemenag Babel di Arab Saudi.
Ia menegaskan, bahwa hingga saat ini tidak ada kendala kesehatan serius yang dialami oleh para jemaah.
“Kalau berdasarkan laporan tadi, insyaAllah tidak ada ya. Karena bisa diantisipasi, bahkan dokter-dokter katanya ada satu gerakan namanya anti-dehidrasi. Nah itu saya kira juga satu hal yang bagus. Yang kita syukuri,” jelasnya.
Masmuni juga menyoroti pentingnya sikap tertib dan spiritualitas selama di Tanah Suci. “Saya sangat yakin saja bahwa di Tanah Suci memang tidak boleh ada hal yang agak nyeleneh. Semuanya kita yakin itu baik-baik. Saya yakin ini baik bagi kita,” tambahnya.
Armuzna Dimulai Besok
Puncak ibadah haji akan dimulai dengan pemberangkatan jemaah ke Arafah pada 8 Zulhijjah 1446 H atau Rabu, 4 Juni 2025.
“Besok mulai didorong mereka. Biasanya sore, sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Karena mereka harus sampai di Arafah sebelum matahari tergelincir,” ungkap Masmuni.
Setelah itu, jemaah akan bergerak ke Muzdalifah usai Isya dan sebagian langsung menuju Mina untuk melaksanakan lontar jumrah.
Jarak dari perkemahan ke Jamarat bervariasi, dari hanya 30 meter hingga 2 kilometer. “Meskipun tendanya berbeda-beda, tapi katanya tidak terlalu jauh,” imbuhnya.
Jumlah Jemaah dengan Kursi Roda dan Murur Cukup Besar
Tercatat, sebanyak 119 jemaah haji dari Babel menggunakan kursi roda: Kloter 6 (36 orang), Kloter 7 (4 orang), dan Kloter 8 (79 orang).
Sementara itu, total jemaah yang akan mengikuti mekanisme murur (melintas tanpa turun) mencapai 277 orang, dengan rincian Kloter 6 sebanyak 107 orang, Kloter 7 sebanyak 121 orang, dan Kloter 8 sebanyak 49 orang.
Namun, untuk Safari Wukuf, Masmuni mengatakan hanya Kloter 7 yang mencatatkan tiga jemaah ikut, sementara Kloter 6 kosong.
“Saya kira, kloter 7 dan 8 ini cukup besar. Kita doakan saja semoga semuanya selamat,” kata Masmuni.
Empat Jemaah Wafat, Istithaah Jadi Evaluasi
Masmuni turut mengonfirmasi bahwa hingga kini sudah empat jemaah haji asal Bangka Belitung yang wafat di Tanah Suci. “Yang satu dari Belitung karena memang punya riwayat penyakit. Yang dari Merawang, Bangka juga sama,” terangnya.
Ia pun menekankan pentingnya evaluasi mendalam terhadap syarat istithaah kesehatan dalam proses seleksi jemaah ke depan.
“Rata-rata yang meninggal, kecuali yang karena kecelakaan lalu lintas kemarin, memang punya riwayat penyakit sebelumnya. Ini harus jadi perhatian serius,” ujarnya.
Kloter Tambahan Sudah Tiba
Terkait kloter tambahan, Masmuni memastikan seluruhnya telah tiba di Arab Saudi. “Alhamdulillah semuanya sudah sampai. Memang sempat mengalami kendala teknis, tapi akhirnya bisa diselesaikan,” jelasnya.
Masmuni pun mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk mendoakan keselamatan dan kelancaran ibadah para jemaah.
“Kita harus doakan mereka semuanya sehat dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur dan mabrurroh. Dan kita yang di tanah air juga menjadi bagian dari harumnya surganya mereka,” pungkasnya.
- Penulis: admin


