Rencana Tambang Ilegal di Tanjung Bunga ‘Jual’ Nama Sejumlah Pejabat
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 2 Apr 2026
- visibility 159
- comment 0 komentar

Danrem Hingga Wali Kota Pangkalpinang Disebut Sudah Beri Restu
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Rencana aktivitas penambangan ilegal di kawasan non-IUP di perairan Tanjung Bunga, Kota Pangkalpinang, diduga menyeret dan mencatut nama sejumlah pejabat daerah.
Mulai dari unsur Forkopimda seperti Danrem, Kapolda, Danpolairud hingga Wali Kota disebut-sebut telah dikoordinasikan dan memberikan restu.
Tak hanya itu, nama Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Fathurrakhman, juga ikut diisukan telah mencapai kesepakatan terkait kompensasi dalam rencana aktivitas ilegal tersebut.
Menanggapi isu tersebut, Ketua PWI Babel yang akrab disapa Boy, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat ataupun menyepakati hal apa pun terkait rencana kegiatan tambang ilegal dimaksud.
Ia memastikan PWI Babel tetap berpegang pada prinsip independensi dan tidak mendukung aktivitas yang melanggar hukum, termasuk penambangan ilegal.
“Itu fitnah. Saya tidak pernah bertemu siapa pun apalagi bersepakat soal kompensasi. Saya tegaskan, organisasi PWI bersikap tegak lurus dan independen. Tidak ada keberpihakan, apalagi terkait tambang ilegal,” tegas Boy dalam pernyataan resminya, Rabu (2/4/2026).
Boy juga menegaskan dirinya telah mengingatkan seluruh anggota PWI Babel agar tidak terlibat dalam aktivitas apa pun yang berkaitan dengan tambang ilegal, termasuk di kawasan Tanjung Bunga maupun Sanfur.
“Saya sudah perintahkan anggota PWI agar tidak ada yang terlibat. Posisi wartawan dan organisasi jelas, harus independen dan tidak berpihak,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekelompok oknum dari salah satu organisasi kepemudaan (OKP) diduga tengah berupaya melakukan pendekatan kepada berbagai pihak untuk memuluskan rencana kegiatan penambangan ilegal tersebut.
Bahkan, beredar kabar bahwa oknum tersebut mengklaim telah berkoordinasi dengan puluhan wartawan dan media agar tidak memberitakan aktivitas tersebut.
Selain itu, sejumlah nama pejabat Forkopimda juga disebut-sebut sebagai pihak yang mendukung, meski belum ada bukti yang dapat diverifikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang namanya disebut, khususnya dari unsur Forkopimda, masih dalam proses konfirmasi guna memperoleh klarifikasi resmi. (red)
- Penulis: admin


