PWI Bangka Selatan Jadi Narasumber PKD Ansor, Bahas Hoaks hingga Judi Online
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 14 Sep 2025
- visibility 88
- comment 0 komentar

PWI Bangka Selatan Jadi Narasumber PKD Ansor, Bahas Hoaks hingga Judi Online
DOORSTOP.ID, BANGKA SELATAN — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Selatan hadir sebagai narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) PC Gerakan Pemuda Ansor Bangka Selatan yang berlangsung sejak 12–14 September 2025. Pada Sabtu siang (13/9/2025), mereka membawakan materi seputar “Bijak Berliterasi Digital.”
Ketua PWI Bangka Selatan, Dedy Irawan, menegaskan bahwa kejahatan media sosial dan judi online kini menjadi isu besar yang mengancam masyarakat Indonesia.
“Karena terjebak informasi hoaks di media sosial, banyak warga Babel yang menjadi korban perdagangan orang di Myanmar,” kata Dedy.
Ia mengingatkan para kader muda Ansor agar lebih bijak bermedia sosial dan tidak terjebak praktik judi online. Dalam paparannya, Dedy juga menyoroti kasus perundungan (bullying) di Basel yang sempat menghebohkan publik hingga tingkat nasional.
“Bullying merupakan masalah serius karena merusak kesehatan mental dan emosional korban, serta dapat membentuk karakter negatif pada pelaku. Mari kita tunjukkan empati, toleransi, serta saling menghargai untuk menjauhi perundungan di lingkungan kita,” tegasnya.
Selain Dedy, Kabid Pendidikan PWI Basel, Ilham Bom Bom, turut menyampaikan materi tentang literasi digital. Menurutnya, PWI terus mendukung program literasi yang dicanangkan Pemkab Basel dengan menyediakan ruang media bagi masyarakat untuk berkarya melalui tulisan.
“Di PWI Basel, kami ada program kelas literasi dan PWI Goes to School. Di sini kami memberi ruang kreasi bagi masyarakat untuk menyampaikan rilis berita serta karya sastra. PWI terus mendukung program literasi agar budaya baca tulis di Basel terus meningkat,” jelas Bom Bom.
Suasana diskusi berlangsung antusias dengan banyaknya pertanyaan dari kader muda Ansor. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian adalah terkait judi online. Peserta mempertanyakan mengapa situs judi yang merusak bangsa dengan perputaran uang hingga ribuan triliun rupiah sulit ditutup pemerintah, sementara live TikTok justru dengan mudah dicabut saat aksi demo kemarin.
Terpisah, Ketua GP Ansor Basel, Findra, menjelaskan bahwa kegiatan PKD ini diikuti peserta dari berbagai kecamatan dan berlangsung selama tiga hari.
“Salah satu materi yang kami sampaikan adalah tentang literasi digital. Harapan kita semua tentu kader-kader muda Ansor akan bijak bermedia sosial serta mendukung budaya literasi,” pungkasnya.
- Penulis: admin


