Breaking News
light_mode
Beranda » EKONOMI & BISNIS » Ekspor Harusnya Tidak Serumit Ini, Dua Anak Muda Indonesia Coba Sederhanakan Prosesnya

Ekspor Harusnya Tidak Serumit Ini, Dua Anak Muda Indonesia Coba Sederhanakan Prosesnya

  • account_circle VRITIMES
  • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, JAKARTA – Bagi banyak pelaku usaha Indonesia, keinginan untuk mulai ekspor sering kali berhenti bukan karena tidak memiliki produk, tetapi karena tidak tahu harus mulai dari mana.

Bagaimana menentukan negara tujuan? Dokumen apa yang dibutuhkan? Bagaimana mengetahui HS Code? Di mana mencari buyer? Bagaimana menghitung harga ekspor? Hingga bagaimana memastikan barang benar-benar dapat dikirim ke luar negeri?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering tersebar di banyak tempat.

Kondisi inilah yang mendorong dua anak muda, Steven Magnus dan Demas Pratama, membangun FUTRA Export, sebuah ekosistem yang mencoba membuat perjalanan ekspor lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia.

Alih-alih hanya mengajarkan cara mencari buyer, keduanya melihat ekspor sebagai rangkaian proses yang saling terhubung.

Mulai dari memahami produk dan pasar, memeriksa kesiapan serta regulasi, menghitung harga jual, menemukan dan berkomunikasi dengan calon buyer, melakukan negosiasi, hingga akhirnya menjalankan shipment.

“Kami melihat banyak orang sebenarnya punya produk yang potensial, tapi bingung karena informasi ekspor ada di mana-mana. Satu informasi ada di website pemerintah, yang lain dari forwarder, buyer, komunitas, atau pengalaman eksportir. Masalahnya bukan tidak ada informasi, tapi bagaimana menghubungkan semuanya menjadi langkah yang bisa dijalankan,” ujar Steven Magnus.

Namun setelah bertahun-tahun berada di lapangan, Steven melihat ada persoalan lain yang menurutnya mulai menjadi semakin penting.

Menurutnya, tantangan eksportir Indonesia ke depan bukan lagi sekadar memahami cara melakukan ekspor atau cara mencari buyer.

Masalah berikutnya adalah bagaimana ketika pembeli dari luar negeri datang mencari supplier Indonesia, pelaku usaha Indonesia tersebut bisa ditemukan, dikenal, dan dipercaya.

“Kita terlalu sering bertanya bagaimana cara mencari buyer. Tapi kita jarang bertanya, ketika buyer mencari supplier Indonesia, apakah mereka bisa menemukan kita? Dan kalau mereka menemukan kita, apakah mereka cukup percaya untuk menghubungi dan bertransaksi dengan kita?” ujar Steven.

Hal tersebut membuat FUTRA mulai mendorong UMKM dan calon eksportir untuk tidak hanya mempersiapkan produk, tetapi juga mulai berani naik ke permukaan.

Salah satu caranya adalah melalui digital presence dan personal branding.

Menurut Steven, banyak pelaku usaha Indonesia sebenarnya memiliki produk, pengalaman, kapasitas produksi, bahkan kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Namun informasi mengenai siapa mereka, apa yang mereka kerjakan, dan mengapa buyer harus mempercayai mereka sering kali sulit ditemukan secara online.

“Personal branding yang kami maksud bukan berarti semua pengusaha harus menjadi influencer. Yang kami dorong sederhana: jangan sampai bisnis yang sebenarnya bagus justru tidak terlihat. Buyer hari ini bisa mengecek siapa kita, melihat website, LinkedIn, media sosial, aktivitas perusahaan, sampai jejak digital sebelum mereka memutuskan untuk percaya,” jelas Steven.

Karena itu, menurutnya edukasi ekspor tidak cukup berhenti pada dokumen dan transaksi.

Eksportir Indonesia juga perlu belajar bagaimana membangun kredibilitas dan menunjukkan kompetensinya kepada pasar internasional.

Steven sendiri telah menjalankan bisnis ekspor sejak usia muda dan aktif membagikan pengalaman mengenai perdagangan internasional kepada mahasiswa, UMKM, dan calon eksportir.

Dalam perjalanannya, ia kemudian bersama Demas Pratama mengembangkan FUTRA bukan sekadar sebagai tempat belajar, melainkan sebagai sebuah ekosistem yang mencoba menghubungkan edukasi dengan praktik di lapangan.

Menurut Demas, salah satu kesalahan yang sering terjadi pada eksportir pemula adalah terlalu cepat berfokus pada buyer.

“Semua orang ingin tahu cara mendapatkan buyer. Padahal ketika buyer datang, pertanyaan berikutnya justru lebih berat: produknya siap atau tidak, harganya sudah benar atau belum, dokumennya bagaimana, kapasitas produksinya cukup atau tidak, dan barangnya bisa masuk ke negara tujuan atau tidak. Itu yang ingin kami bantu rapikan,” jelas Demas.

Dari pemikiran tersebut, FUTRA mulai mengembangkan futraexport.com sebagai platform yang menggabungkan informasi, tools, pembelajaran, hingga sistem pendampingan perjalanan ekspor.

Ekosistem tersebut diarahkan untuk membantu pengguna memahami perjalanan ekspor mulai dari validasi produk, kesiapan regulasi dan compliance, pengembangan pasar, komunikasi dengan buyer, hingga shipment.

Namun bagi Steven dan Demas, teknologi bukan tujuan akhirnya.

Mereka ingin mengubah persepsi bahwa ekspor hanya dapat dilakukan perusahaan besar atau orang dengan koneksi internasional.

“Kami ingin suatu hari orang yang baru punya ide untuk ekspor tidak harus membuka puluhan sumber dan bertanya ke mana-mana hanya untuk mengetahui langkah pertamanya. Harapannya, dia bisa memahami posisi bisnisnya, apa yang kurang, lalu tahu harus bergerak ke mana,” kata Steven.

Perjalanan tersebut juga mulai membawa FUTRA berinteraksi dengan berbagai institusi dan pemangku kepentingan dalam ekosistem perdagangan Indonesia.

FUTRA juga berkesempatan melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, membahas pengembangan ekspor, pendampingan UMKM, business matching, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap memasuki pasar global.

Bagi keduanya, pertemuan-pertemuan tersebut bukan menjadi tujuan akhir.

Tantangan yang lebih besar justru terletak pada bagaimana membuat pengetahuan ekspor yang kompleks menjadi sesuatu yang dapat dipahami, digunakan, dan akhirnya membantu lebih banyak pelaku usaha Indonesia berani tampil ke pasar internasional.

Karena pada akhirnya, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan produk untuk dijual ke dunia.

Indonesia juga tidak kekurangan orang yang ingin belajar ekspor.

Yang masih perlu diperbanyak adalah pelaku usaha yang siap, terlihat, dikenal, dan dipercaya oleh pasar internasional.

Dan mungkin, Steven Magnus dan Demas Pratama memang layak menjadi “terduga” yang membuat ekspor sedikit lebih mudah bagi generasi berikutnya.

Informasi mengenai ekosistem dan tools FUTRA dapat diakses melalui futraexport.com.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: VRITIMES

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vietnam Wedding Week 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman, dan Ekosistem Pernikahan

    Vietnam Wedding Week 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman, dan Ekosistem Pernikahan

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle VRITIMES
    • visibility 40
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, HO CHI MINH CITY – Setelah berlangsung selama dua hari di White Palace Hoang Van Thu, Vietnam Wedding Week 2026 resmi menutup rangkaian The Love City. Acara ini mempertemukan fashion pengantin, berbagai brand pernikahan, para ahli, vendor, seniman, hingga pasangan dalam satu destinasi. Digelar melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week […]

  • Magotisasi: Solusi Cerdas Mengubah Sampah Organik Jadi Emas Hijau

    Magotisasi: Solusi Cerdas Mengubah Sampah Organik Jadi Emas Hijau

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Magotisasi: Solusi Cerdas Mengubah Sampah Organik Jadi Emas Hijau Pernahkah Anda membayangkan bahwa sampah sisa dapur, buah busuk, atau limbah sayur yang biasanya dibuang begitu saja ternyata bisa diubah menjadi sumber keuntungan dan solusi lingkungan? Proses itu dikenal dengan istilah magotisasi. Apa Itu Magotisasi? Magotisasi adalah proses menguraikan sampah organik menggunakan larva lalat tentara hitam […]

  • Keluarga Bayi AZ dan RSBT Pangkalpinang Sepakat Berdamai, Laporan Polisi akan Ditarik

    Keluarga Bayi AZ dan RSBT Pangkalpinang Sepakat Berdamai, Laporan Polisi akan Ditarik

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Keluarga Bayi AZ dan RSBT Pangkalpinang Sepakat Berdamai, Laporan Polisi akan Ditarik DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Keluarga bayi berinisial AZ, yang meninggal usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang, akhirnya sepakat berdamai dengan pihak manajemen rumah sakit. Kesepakatan ini juga diikuti dengan rencana penarikan laporan dari kepolisian. Aripianto, Ayah bayi AZ mengatakan, keputusan […]

  • Empat Juta Warga Jakarta Tak Mudik, Menpar Ajak Manfaatkan Museum sebagai Destinasi Libur Lebaran

    Empat Juta Warga Jakarta Tak Mudik, Menpar Ajak Manfaatkan Museum sebagai Destinasi Libur Lebaran

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Apresiasi Inovasi Pengelola Museum DOORSTOP.ID, JAKARTA — Sekitar empat juta warga Jakarta diperkirakan tidak melakukan mudik pada libur Lebaran 2026. Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi destinasi wisata dalam kota, termasuk museum, sebagai alternatif rekreasi yang edukatif dan terjangkau. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan masyarakat yang tetap berada di ibu kota dapat memanfaatkan berbagai […]

  • Antisipasi Premanisme dan Keramaian Akhir Pekan, Polresta Pangkalpinang Gelar Patroli Gabungan Jalan Kaki

    Antisipasi Premanisme dan Keramaian Akhir Pekan, Polresta Pangkalpinang Gelar Patroli Gabungan Jalan Kaki

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Antisipasi Premanisme dan Keramaian Akhir Pekan, Polresta Pangkalpinang Gelar Patroli Gabungan Jalan Kaki DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Guna mengantisipasi aksi premanisme dan menjaga situasi kondusif menjelang akhir pekan, Polresta Pangkalpinang menggelar patroli gabungan dengan berjalan kaki, Sabtu malam (24/5/2025) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Pekat II Menumbing 2025 dan melibatkan 83 personel lintas instansi. […]

  • Denny Hasbi Gelar Reses, Serap Aspirasi Warga dan Fokus Prioritaskan Program yang Menyentuh Langsung Kebutuhan Masyarakat

    Denny Hasbi Gelar Reses, Serap Aspirasi Warga dan Fokus Prioritaskan Program yang Menyentuh Langsung Kebutuhan Masyarakat

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Denny Hasbi Gelar Reses, Serap Aspirasi Warga dan Fokus Prioritaskan Program yang Menyentuh Langsung Kebutuhan Masyarakat DOORSTOP.ID, BANGKA — Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Fraksi P3P, Denny Hasbi, menegaskan bahwa kegiatan reses yang ia laksanakan di kediamannya di Sungailiat, pada Selasa (29/4/2025), menjadi momen penting untuk menyerap langsung suara masyarakat. Dikatakannya, banyak persoalan yang mencuat […]

expand_less