Aksi Manifesto Pemuda Batal Digelar, Kapolresta Pangkalpinang: Lebih Baik Dialog daripada Unjuk Rasa
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 19 Sep 2025
- visibility 97
- comment 0 komentar

Aksi Manifesto Pemuda Batal Digelar, Kapolresta Pangkalpinang: Lebih Baik Dialog daripada Unjuk Rasa
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Rencana aksi unjuk rasa oleh sekelompok pemuda yang menamakan dirinya “Manifesto Pemuda” di depan Kantor Bea dan Cukai Pangkalpinang, Jumat (19/9/2025), resmi dibatalkan. Aksi massa yang rencananya digelar pukul 8 pagi tadi, sepakat mengganti aksi turun ke jalan dengan audiensi bersama pihak Bea Cukai.
Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, usai berdiskusi dengan jajaran Bea Cukai. Ia menegaskan bahwa langkah ini lebih baik dan produktif.
“Iya, kegiatan yang semula aksi unjuk rasa itu sudah diberitahukan ke kami dari tadi malam. Dan kemudian sebelum mereka lakukan, kami berdialog dengan massa aksi tersebut. Akhirnya, hari ini mereka sepakati untuk melaksanakan audiensi saja,” ujar Max kepada wartawan.
“Jadi tidak ada masalah, pihak Bea Cukai tentu akan menerima aspirasi mereka. Menurut saya ini sangat bagus, karena berdialog lebih baik dibanding unjuk rasa,” sambungnya.
Max menjelaskan, isu utama yang diangkat massa terkait peredaran rokok ilegal, alkohol, serta barang impor di Pangkalpinang yang dinilai berpotensi membahayakan generasi muda. Namun, rincian tuntutan baru akan disampaikan saat audiensi yang dijadwalkan pada pukul 13.30 WIB.
“Rencananya hari ini aksinya terkait dengan adanya ilegal yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Itu memang tugas dan job description dari Bea Cukai. Nanti akan disampaikan lebih mendalam pada saat audiensi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa untuk memastikan keamanan, pihaknya telah menyiagakan 50 personel sejak pagi hari di Kantor Bea Cukai, yang berada di Jalan Yos Sudarso Nomor 177 Pangkalpinang tersebut. Meski demikian, Max memastikan pengamanan untuk audiensi nanti tidak akan seketat rencana unjuk rasa.
“Total personel yang kita libatkan ada 50 orang. Namun untuk audiensi nanti tidak perlu pengamanan khusus, hanya pendampingan saja,” tegasnya.

Junanto Kurniawan (Foto: Heri K)
Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pangkalpinang, Junanto Kurniawan, menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang peduli dan menyampaikan masukan.
“Kalau kami sebagai pelayan masyarakat, tentu siap. Namanya juga masyarakat mengeluhkan kerja kami, itu justru kami berterima kasih. Karena kami terbatas anggaran dan personel, hanya tujuh orang untuk mengawasi seluruh Bangka. Jadi kami sangat terbantu bila masyarakat memberikan informasi,” ungkapnya.
Junanto juga menegaskan, pihaknya telah melakukan sejumlah operasi dan berhasil menahan peredaran rokok ilegal. Namun, keterbatasan personel dan anggaran membuat pengawasan belum maksimal.
“Kami rutin melakukan operasi pasar, tetapi memang terkendala anggaran yang dipotong cukup besar. Itu berpengaruh, meski tetap kami lakukan operasi dengan sistem targeting. Kalau patroli rutin jelas butuh biaya besar,” jelasnya.
Disamping itu, Junanto melanjutkan, aktivitas ekspor di Pelabuhan Pangkal Balam berjalan lancar berkat koordinasi dengan KSOP, Polairud, dan Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3). Hampir tidak ada kegiatan impor karena kondisi pelabuhan yang dangkal.
“Kalau pelabuhan di sini tidak ada masalah. Pangkal Balam lengkap ada KSOP, Polairud, dan KP3. Untuk ekspor lancar, sedangkan impor hampir tidak ada karena pelabuhan dangkal. Biasanya impor dilakukan di Palembang atau Jakarta,” terangnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai dugaan keterkaitan aksi damai dengan penangkapan kurir rokok ilegal oleh tim Bea Cukai sehari sebelumnya, Junanto menegaskan pihaknya bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi.
“Itu saya tidak tahu. Intinya kami bekerja sesuai tupoksi. Kalau ada informasi dari masyarakat, kami tindaklanjuti,” tutupnya.
- Penulis: admin


