KPK Periksa Ustaz Khalid Basalamah, Tegaskan Tak Terlibat Pusaran Korupsi Kuota Haji
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 24 Apr 2026
- visibility 114
- comment 0 komentar

KPK Periksa Ustaz Khalid Basalamah, Tegaskan Tak Terlibat Pusaran Korupsi Kuota Haji
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil pendakwah sekaligus pemilik biro perjalanan haji PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Khalid Zeed Abdullah Basalamah, terkait penyidikan dugaan korupsi kuota haji. Khalid hadir memenuhi panggilan tersebut untuk memberikan keterangan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK.
Usai menjalani pemeriksaan pada Kamis (23/4/2026), Khalid langsung mengklarifikasi posisinya. Ia menegaskan, dirinya sama sekali tidak pernah menjalin komunikasi atau interaksi dengan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang kini telah berstatus sebagai tersangka dalam kasus ini.
“Ada nama-nama yang saya tidak pernah interaksi, seperti mantan Menteri Agama dan staf khususnya yang saya tidak tahu,” ujar Khalid kepada wartawan.
Ketua Asosiasi Majelis Utama Travel Indonesia Arahan Haji dan Umrah (Mutiara Haji) ini juga membantah adanya keterlibatan dengan pihak-pihak lain yang terseret dalam perkara ini. Ia memastikan operasional bisnisnya berjalan tanpa ada “main mata” dengan pihak kementerian maupun oknum lainnya.
“Enggak interaksi. Kalau masalah urusan-urusan seperti ini, ya tentu tidak,” tegasnya kembali.
Selain menepis hubungan dengan Yaqut, Khalid juga mengaku asing dengan dua nama baru yang masuk dalam daftar tersangka KPK, yakni Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan Ketua Umum Kesthuri Asrul Aziz Taba. Saat ditanya apakah ia mengenal kedua sosok tersebut, ia menjawab singkat, “Oh enggak, enggak.”
Kasus ini sendiri menjadi sorotan tajam setelah KPK menetapkan Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex sebagai tersangka utama.
Tak berhenti di situ, penyidik memperluas penyidikan dengan menetapkan dua petinggi asosiasi travel, Ismail Adham dan Asrul Aziz Taba, sebagai tersangka baru dalam skandal penyalahgunaan kuota haji tersebut.
- Penulis: admin


