Anomali Ekonomi Pangkalpinang: Jumlah Pengangguran Turun, Angka Kemiskinan Malah Naik
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 27 Jul 2026
- visibility 74
- comment 0 komentar

Anomali Ekonomi Pangkalpinang: Jumlah Pengangguran Turun, Angka Kemiskinan Malah Naik
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kota Pangkalpinang tengah menghadapi fenomena paradoks di mana angka kemiskinan justru merangkak naik, padahal jumlah pengangguran di wilayah ini baru saja dilaporkan menurun. Masalah ekonomi tersebut menjadi sorotan utama dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kota Pangkalpinang Tahun 2025, yang memperlihatkan bahwa tersedianya lapangan kerja baru belum otomatis mendongkrak kesejahteraan warga secara menyeluruh.
Di sektor ketenagakerjaan, performa ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini sebenarnya menunjukkan tren positif. Pasar kerja lokal sukses menyerap 107.208 tenaga kerja dari total 113.760 orang yang masuk dalam angkatan kerja. Kondisi tersebut berhasil menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,76 persen dari tahun sebelumnya yang berada di angka 5,98 persen, dengan sisa pencari kerja aktif sebanyak 6.552 orang dari total 170.940 penduduk usia kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pun ikut terkerek naik ke posisi 66,55 persen.
Namun, keberhasilan menurunkan angka pengangguran tersebut berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan. Jumlah penduduk miskin di Pangkalpinang malah membengkak menjadi 9,99 ribu jiwa atau setara 4,50 persen dari total populasi. Padahal, pada tahun sebelumnya, angka kemiskinan sempat melandai di posisi 8,87 ribu jiwa atau sekitar 4,04 persen.
Anomali ini terjadi bersamaan dengan melonjaknya standar Garis Kemiskinan yang kini menyentuh Rp956.990 per kapita per bulan, naik dari standar lama sebesar Rp925.522. Kenaikan tersebut mengindikasikan bahwa upah atau pendapatan dari pekerjaan yang didapat masyarakat saat ini belum mampu mengejar laju kenaikan biaya hidup, sehingga daya beli warga kelas bawah tetap tertekan.
Tantangan ini terasa kian berat di tengah ledakan populasi Pangkalpinang yang terus membengkak dalam satu dekade terakhir. Jumlah penduduk kini resmi menembus 233.466 jiwa, naik sekitar 34.429 jiwa jika dibandingkan dengan data tahun 2016 yang tercatat sebanyak 199.037 jiwa. Dari total populasi saat ini, komposisinya mencakup 118.226 jiwa laki-laki dan 115.240 jiwa perempuan.
Pertumbuhan yang pesat ini otomatis menuntut kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan layanan publik, pendidikan, hingga infrastruktur yang memadai.
Data kontradiktif ini menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang bahwa pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja saat ini belum sepenuhnya mampu menekan angka kemiskinan.
Pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat kebijakan pengentasan kemiskinan melalui strategi peningkatan pendapatan riil masyarakat, perluasan kesempatan kerja yang berkualitas, pemberdayaan UMKM, serta penguatan program perlindungan sosial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan warga.
- Penulis: admin


