Arnadi Desak Pemkot Pangkalpinang Prioritaskan Penerangan Jalan
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 27 Jan 2025
- visibility 114
- comment 0 komentar

Arnadi Desak Pemkot Pangkalpinang Prioritaskan Penerangan Jalan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Anggota Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, untuk memprioritaskan penerangan jalan, khususnya di kawasan sepi dan jalan buntu.
Yang mana, menurut Arnadi, hal tersebut telah menjadi aspirasi masyarakat, lantaran selama ini penerangan jalan di kawasan tersebut, dianggap kurang menjadi prioritas oleh pemerintah setempat.
“Masyarakat sudah membayar pajak. Jadi, bagaimanapun caranya, pemerintah harus mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan mereka,” tegas Arnadi kepada wartawan, saat ditemui usai mengikuti acara ramah tamah, di rumah dinas residen Pangkalpinang, Minggu (26/1/2025) malam.
Lebih lanjut, Arnadi mengungkapkan bahwa baru-baru ini dirinya berdiskusi dengan salah satu petugas di Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang. Dalam diskusi itu, lanjut Arnadi, dirinya juga mendapat informasi senada.
“Diskusinya sekitar seminggu yang lalu. Informasi yang saya dapat juga sama, terkait penerangan jalan di kawasan sepi dan jalan buntu, kurang menjadi prioritas,” jelasnya.
“Kalau kawasan-kawasan itu kurang diperhatikan, atau tidak diprioritaskan, lebih baik masyarakat tidak perlu membayar pajak. Jadi semuanya harus diimbangi, supaya masyarakat juga mendapat timbal balik yang seimbang,” imbuhnya.
Persoalan ini, kata Arnadi, juga mencuat di dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan. Di mana, hampir semua RT di wilayah tersebut mengajukan usulan serupa.
“Ada 10 RT, dan semuanya meminta penerangan jalan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan itu sangat mendesak,” ujarnya.
Dengan defisit anggaran yang besar, kata Arnadi melanjutkan, alokasi dana untuk penerangan jalan pun terpaksa dipangkas. Bahkan menurutnya, saat ini banyak lampu jalan yang sudah rusak akibat minimnya kabel pengganti.
“Sebenarnya target untuk tahun 2025 ini kurang lebih sekitar Rp40 miliar, tapi saat ini belum memadai, karena defisit anggaran kita besar,” jelasnya.
“Jangan prioritaskan jalan yang masih bagus. Prioritaskan penerangan jalan, terutama di tempat yang memang gelap dan rawan. Itu kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Arnadi menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan DPRD untuk memenuhi hak masyarakat yang telah menunaikan kewajibannya melalui pajak.
“Ini PR kita bersama. Jika masyarakat sudah bayar pajak, kita harus berikan layanan yang sebanding,” tutupnya.
- Penulis: admin


