Babel Matangkan Transisi Imunisasi Pentabivalen ke Heksavalen demi Perkuat Perlindungan Anak
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 24 Jul 2026
- visibility 76
- comment 0 komentar

Babel Matangkan Transisi Imunisasi Pentabivalen ke Heksavalen demi Perkuat Perlindungan Anak
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini tengah mematangkan langkah transisi program imunisasi dari vaksin pentabivalen ke vaksin heksavalen.
Kesiapan daerah tersebut dibahas saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menerima kunjungan Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Ruang Pertemuan Dinkes Provinsi, Kamis (23/7/2026). Kedatangan tim pusat ini bertujuan untuk menyampaikan ikhtisar hasil monitoring dan evaluasi kesiapan wilayah setempat.
Kepala Dinkes Babel, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Meiristia Qomariah, menyambut baik peninjauan tersebut.
“Kunjungan dan evaluasi tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan pendampingan CDC Atlanta dan UNICEF Indonesia menjadi langkah awal yang penting untuk melihat kesiapan daerah,” jelas Meiristia.
Ia menambahkan bahwa langkah ini menjadi pondasi krusial bagi wilayahnya. “Khususnya dalam menyongsong penerapan program imunisasi heksavalen ke depannya,” sambungnya.
Menurut Meiristia, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen penuh dan secara konsisten mendukung kebijakan nasional untuk beralih dari pentavalen ke heksavalen.
“Tentunya untuk memperkuat perlindungan anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” tutur Meiristia.
Upaya ini juga menjadi momentum penting bagi daerah untuk membenahi sektor pencatatan kesehatan anak, terutama dalam menghadapi dinamika sosial masyarakat saat ini.
“Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam upaya evaluasi program kesehatan daerah, terutama di tengah tantangan penurunan cakupan imunisasi dan penolakan dari sebagian masyarakat pasca pandemi COVID-19,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, perwakilan tim Direktorat Imunisasi Kemenkes RI, Devi Anisiska, memaparkan hasil pengamatan lapangan di dua wilayah sampel, yakni Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang. Secara umum, hasil pemantauan menunjukkan performa yang cukup baik.
Menurut Devi, kapasitas pengelolaan logistik hingga ke tingkat pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) sudah memadai. Puskesmas di Babel juga dinilai tidak memerlukan ruang penyimpanan khusus yang besar untuk menyambut kedatangan vaksin IPV dosis kedua.
Meski demikian, tim Kemenkes tetap mencatat beberapa hal yang perlu mendapat perbaikan teknis.
“Beberapa kendala alat pendingin yang rusak akan segera diperbarui melalui inventaris SMILE sebagai acuan pengadaan selanjutnya,” tutur Devi.
Mengenai penyebaran informasi, Devi menjelaskan bahwa dinas kesehatan setempat sebenarnya telah memulai sosialisasi tingkat provinsi dengan mengundang perwakilan kabupaten/kota serta sembilan puskesmas. Namun, cakupan edukasi ini akan terus diperluas.
“Langkah berikutnya adalah memperluas sosialisasi secara daring (online) yang menyasar seluruh puskesmas serta pemerintah kabupaten/kota lainnya,” jelasnya.
Kemenkes juga siap memfasilitasi percepatan pemahaman para tenaga medis di lapangan melalui forum diskusi terarah dalam waktu dekat.
“Tim akan segera menjadwalkan webinar sosialisasi daring khusus untuk fasilitas layanan kesehatan di daerah, dengan opsi materi penguatan dari pihak provinsi jika diperlukan,” tambah Devi.
Lebih lanjut, Devi menekankan bahwa keberhasilan transisi ini sangat bergantung pada kepercayaan publik. Oleh karena itu, strategi edukasi dan komunikasi massa harus berjalan lebih agresif untuk mengikis keraguan masyarakat.
“Koordinasi lintas sektor, termasuk pertanyaan dari rekan dinas kesehatan terkait kesiapan tenaga kesehatan serta respons terhadap isu di lapangan, akan terus kita dampingi dan fasilitasi panduannya,” pungkas Devi.
Sebagai informasi, rangkaian kunjungan kerja dan observasi lapangan ini menyasar langsung Alur Pelayanan di Puskesmas Pemali dan Puskesmas Taman Sari. Selain jajaran Kemenkes RI yang diwakili oleh Rustini, peninjauan ini juga melibatkan perwakilan lembaga internasional seperti Kirsten Wart dari CDC Atlanta dan Youngjoo Park dari UNICEF Indonesia.
- Penulis: admin


