Bambang Patijaya Targetkan Inovasi Pupuk Fly Ash Formap Babel Jadi Proyek Percontohan Nasional
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 13 Agu 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar

Bambang Patijaya Targetkan Inovasi Pupuk Fly Ash Formap Babel Jadi Proyek Percontohan Nasional
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Komisi XII DPR RI mendorong pemanfaatan limbah fly ash (abu terbang) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai campuran pupuk organik. Langkah ini dinilai strategis untuk mengatasi persoalan limbah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Dukungan tersebut diungkapkan Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, yang memimpin kunjungan kerja ke fasilitas produksi pupuk organik milik Forum Masyarakat Petani (Formap) Bangka Belitung di kawasan Jembatan EMAS, pada Kamis siang (13/8/2026). Di lokasi, Bambang memantau langsung proses pengolahan bahan organik yang dipadukan dengan limbah abu terbang tersebut.
Bambang menegaskan bahwa inovasi yang sudah berjalan lebih dari lima tahun ini harus naik kelas ke skala yang lebih besar, bukan sekadar menjadi program percontohan di atas kertas.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi titik pemicu pengembangan pupuk organik yang mencampurkan fly ash dari limbah PLTU,” ujar Bambang dalam sambutannya.
Menurut Bambang, pupuk hasil racikan Formap Babel ini menunjukkan potensi yang sangat positif. Namun, ia memberikan catatan agar produk tersebut disempurnakan menjadi bentuk granul (butiran) agar lebih memikat pasar dan mudah digunakan oleh para petani di lapangan.
“Barang ini kalau sudah dipasarkan lima tahun lebih, menurut saya bagus. Tinggal memberikan sentuhan saja. Kalau mau dioptimalkan dan diproduksi secara massal, tentu harus memenuhi beberapa standar,” kata Bambang.
Ia mengingatkan Formap Babel untuk segera mengurus standardisasi dan legalitas produk sebelum melakukan ekspansi pasar. Regulasi formal, termasuk pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan izin edar resmi, menjadi syarat mutlak yang tidak boleh diabaikan.
Lebih lanjut, Bambang juga mendesak PT PLN (Persero) untuk terlibat aktif mendukung penuh inovasi ini. Sinergi ini dinilai mampu mengawinkan program pengelolaan lingkungan dengan penguatan sektor pertanian.
“Judul besarnya adalah PLN mendukung program ketahanan pangan. Ini jangan ragu-ragu untuk kita dorong,” tegasnya.
Jika program di Babel ini sukses, Bambang optimistis teknologi serupa bisa langsung diterapkan di wilayah lain yang memiliki fasilitas PLTU, sehingga membawa dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lingkar tambang atau pembangkit.
“Kalau ini bisa dikembangkan di tempat lain, silakan. Pengetahuan ini bisa ditularkan kepada komunitas masyarakat di sekitar PLTU yang lain,” tambahnya.
Bambang menilai kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa konsep ekonomi sirkular bisa berjalan secara konkret di tingkat daerah, bukan lagi sekadar wacana sosialisasi.
“Ini bisa menjadi satu sampel bahwa pengolahan sampah di Bangka Belitung sudah berjalan dan didukung PLN,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Formap Babel, M. Syarif Hidayatullah, menyambut baik dukungan politik dari DPR RI. Ia mengapresiasi PLN dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini ikut mengawal riset mandiri para petani.
Syarif menegaskan, fokus Formap ke depan adalah menggenjot kapasitas produksi agar pasokan pupuk organik murah ini bisa menjangkau lebih banyak petani. Ia berharap inovasi ini menjadi solusi konkret pengelolaan limbah yang sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan.
“Kami ingin meningkatkan produktivitasnya agar petani di Bangka Belitung benar-benar bisa merasakan manfaatnya,” tutur Syarif.
- Penulis: admin


