Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » IHSG Anjlok 40%, Bagaimana Posisi Bitcoin di Tengah Gejolak Pasar?

IHSG Anjlok 40%, Bagaimana Posisi Bitcoin di Tengah Gejolak Pasar?

  • account_circle VRITIMES
  • calendar_month Jum, 23 Okt 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 mendorong pelaku pasar untuk kembali mencermati risiko dan diversifikasi portofolio investasi.

Di tengah tekanan pasar saham domestik dan pergerakan nilai tukar rupiah, aset alternatif seperti Bitcoin turut menjadi perhatian, meski memiliki karakteristik risiko dan dinamika harga yang berbeda dari saham.

Berdasarkan data BEI pada Senin (19/10/2026), IHSG telah terkoreksi sekitar 40% sepanjang tahun berjalan, menjadikan pasar saham Indonesia salah satu yang berkinerja terburuk secara global.

Tekanan tersebut mengikuti kejatuhan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026), ketika IHSG merosot 11,4% setelah MSCI menyampaikan kekhawatiran terkait aksesibilitas dan transparansi pasar Indonesia serta membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia. Potensi perubahan status tersebut turut memunculkan kekhawatiran mengenai arus keluar modal asing.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar saham domestik tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, tetapi juga oleh persepsi investor global, likuiditas, transparansi pasar, dan risiko makroekonomi.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor. Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp18.025 per dolar AS pada Senin (19/10/2026). Pergerakan mata uang ini menjadi bagian dari konteks ekonomi yang dapat memengaruhi keputusan investasi, terutama pada aset yang diperdagangkan secara global.

Bitcoin dan Dinamika Aset Alternatif

Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin menjadi salah satu aset yang dapat dicermati investor ketika mengevaluasi pilihan di luar instrumen investasi konvensional. Namun, kehadiran aset kripto dalam portofolio tidak serta-merta menghilangkan risiko, sebab harganya juga dapat bergerak tajam akibat perubahan likuiditas global, sentimen pasar, arus modal, dan perkembangan regulasi.

Data historis pasangan BTC/IDR menunjukkan bahwa harga Bitcoin dalam rupiah mengalami pergerakan yang signifikan sepanjang 2026.

Berdasarkan data historis FLOQ, harga BTC/IDR sempat berada di kisaran Rp1,02 miliar dalam rentang 52 minggu dan mencapai kisaran Rp1,93 miliar pada titik tertingginya dalam periode tersebut. Pada 19 Oktober 2026, data yang sama mencatat harga Bitcoin sekitar Rp1,48 miliar.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa Bitcoin memiliki dinamika harga tersendiri. Meski kerap dibahas sebagai alternatif investasi, kinerja historisnya tidak menjamin keuntungan di masa mendatang. Harga dalam rupiah juga dipengaruhi oleh perubahan harga Bitcoin di pasar global dan pergerakan nilai tukar.

Karena itu, grafik historis BTC/IDR, termasuk titik tertinggi sepanjang masa (all-time high atau ATH), dapat menjadi referensi untuk memahami siklus harga dan volatilitas. 

Halving Berikutnya dan Prospek Pasar Kripto

Selain pergerakan harga, investor juga mencermati faktor fundamental jaringan Bitcoin, termasuk peristiwa halving. Mekanisme ini mengurangi separuh imbalan Bitcoin bagi penambang setiap 210.000 blok, atau kurang lebih setiap empat tahun. Halving terakhir berlangsung pada April 2024, sedangkan halving berikutnya diperkirakan terjadi pada 2028.

Menjelang periode tersebut, pelaku pasar dapat memperhatikan dinamika suplai Bitcoin baru, permintaan investor, likuiditas, serta perkembangan adopsi aset digital. Meski demikian, halving bukan indikator yang dapat berdiri sendiri untuk memprediksi harga. Dampaknya terhadap pasar bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan seberapa jauh ekspektasi pasar telah tercermin dalam harga.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai bahwa periode sebelum halving berikutnya masih menyisakan ruang bagi perubahan sentimen dan dinamika harga Bitcoin.

“Kalau melihat siklus Bitcoin, halving berikutnya diperkirakan masih sekitar 600 hari lagi dari posisi kita sekarang. Artinya, pasar masih punya waktu untuk merespons berbagai perkembangan, baik dari sisi permintaan, likuiditas, adopsi, maupun kondisi makroekonomi. Namun, kita juga tidak bisa berasumsi bahwa harga belum sepenuhnya memperhitungkan halving atau bahwa kenaikan besar pasti terjadi pada 2027,” kata Yudho.

Menurutnya, perkembangan industri aset digital juga perlu dilihat dari sisi regulasi dan kualitas partisipasi pasar. Kerangka pengawasan yang semakin matang dapat membantu membangun kepastian bagi pelaku industri dan konsumen, tetapi tidak menghilangkan risiko fluktuasi harga maupun risiko yang melekat pada setiap produk investasi.

“Hal menarik untuk dicermati menjelang 2027 bukan hanya halving, melainkan bagaimana perkembangan regulasi, akses investor, infrastruktur perdagangan, dan permintaan riil bergerak bersama. Bitcoin memiliki karakteristik suplai yang berbeda dari aset keuangan konvensional, tetapi arah harganya tetap dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, ruang pertumbuhan perlu dilihat sebagai kemungkinan, bukan kepastian,” tambahnya.

Diversifikasi Bukan Berarti Bebas Risiko

Dalam situasi pasar yang bergejolak, diversifikasi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengelola eksposur investasi. Namun, diversifikasi tidak selalu berarti menambah sebanyak mungkin jenis aset. Investor perlu memahami hubungan pergerakan antaraset, jangka waktu investasi, kebutuhan likuiditas, serta toleransi terhadap potensi kerugian.

Saham dan Bitcoin memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi keduanya dapat mengalami tekanan secara bersamaan ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Oleh karena itu, keputusan untuk mengalokasikan dana ke aset kripto perlu mempertimbangkan volatilitas yang tinggi, kemungkinan penurunan harga yang tajam, keamanan penyimpanan aset, dan kondisi keuangan masing-masing investor.

Perkembangan pasar saham Indonesia dan aset kripto pada akhirnya memperlihatkan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data, bukan semata-mata mengikuti perubahan sentimen. Dengan memantau indikator makroekonomi, perkembangan regulasi, likuiditas, serta fundamental masing-masing aset, investor dapat mengevaluasi pilihan portofolionya secara lebih terukur.

Yudho memandang edukasi dan pemahaman risiko sebagai bagian penting dari perkembangan industri aset digital. Dalam kondisi pasar yang dinamis, informasi mengenai mekanisme pasar, karakteristik aset, dan kerangka regulasi dapat membantu masyarakat memahami peluang sekaligus keterbatasan setiap instrumen investasi.

About FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.   

FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: VRITIMES

Rekomendasi Untuk Anda

  • [HOAKS] Beredar Foto LPG 3 Kg Nonsubsidi Warna Pink, ini Penjelasan Pertamina

    [HOAKS] Beredar Foto LPG 3 Kg Nonsubsidi Warna Pink, ini Penjelasan Pertamina

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    [HOAKS] Beredar Foto LPG 3 Kg Nonsubsidi Warna Pink, Ini Penjelasan Pertamina DOORSTOP.ID, JAKARTA — Warganet dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai rencana peluncuran liquid petroleum gas (LPG) nonsubsidi dalam kemasan 3 kilogram (kg) berwarna pink. Informasi ini viral setelah unggahan di media sosial menampilkan foto tabung LPG pink bertuliskan “LPG NON SUBSIDI”. Salah satu unggahan […]

  • Semua SK yang Ditandatangani HCB Setelah Tanggal 16 Juli 2024 Tidak Berlaku

    Semua SK yang Ditandatangani HCB Setelah Tanggal 16 Juli 2024 Tidak Berlaku

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Sasongko Tedjo, menegaskan semua surat keputusan (SK) yang ditanda-tangani Hendry Ch Bangun (HCB) setelah tanggal 16 Juli 2024, tidak berlaku. “Berdasarkan SK DK Nomor 50 tanggal 16 Juli, HCB sudah bukan anggota PWI lagi. Dia sudah terkena pemberhentian penuh. Itu berarti, semua SK yang ditanda-tanganinya […]

  • BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

    BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle VRITIMES
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DOORSTOP.id, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir Triwulan II 2026. Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis yang diiringi dengan penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Hingga akhir Triwulan II 2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, […]

  • Petugas LRT Jabodebek Dibekali Manajemen Kelelahan agar Keselamatan dan Pelayanan Tetap Optimal

    Petugas LRT Jabodebek Dibekali Manajemen Kelelahan agar Keselamatan dan Pelayanan Tetap Optimal

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle VRITIMES
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, JAKARTA – LRT Jabodebek menggelar sosialisasi manajemen kelelahan (fatigue management) dan pencegahan cedera akibat kerja bagi pekerja operasional sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan, keandalan, dan kenyamanan layanan. Kegiatan ini diikuti oleh petugas operasi, sarana dan prasarana, serta frontliner stasiun. Materi disampaikan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, dr. M. Arief Novianto, MKK, Sp.Ok, yang […]

  • Rakor Sekda se-Babel Perkuat Kolaborasi Bangun Daerah

    Rakor Sekda se-Babel Perkuat Kolaborasi Bangun Daerah

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Rakor Sekda se-Babel Perkuat Kolaborasi Bangun Daerah DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Belitung (Babel), Fery Afriyanto, menekankan pentingnya koordinasi antar-sekda untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah. Hal itu ia tegaskan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Sekda se-Bangka Belitung, sekaligus pemilihan Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsedasi) Komisariat Wilayah Provinsi Babel untuk […]

  • HUT ke-49 PT Timah Tbk, 135 Kantong Darah Terkumpul dalam Donor Darah di Belinyu

    HUT ke-49 PT Timah Tbk, 135 Kantong Darah Terkumpul dalam Donor Darah di Belinyu

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    HUT ke-49 PT Timah Tbk, 135 Kantong Darah Terkumpul dalam Donor Darah di Belinyu DOORSTOP.ID, BANGKA — Sebanyak 135 kantong darah terkumpul dalam kegiatan donor darah dalam Bulan Bakti HUT ke-49, PT Timah Tbk yang digelar di Gedung Krida, Belinyu, Kabupaten Bangka. Berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Bangka dan Komunitas Donor Darah Kabupaten Bangka menyelenggarakan kegiatan […]

expand_less