Didit Srigusjaya: Reuni Akbar Jadi Momentum Kebangkitan SMA Muhammadiyah Pangkalpinang
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 19 Jul 2025
- visibility 237
- comment 0 komentar

Didit Srigusjaya: Reuni Akbar Jadi Momentum Kebangkitan SMA Muhammadiyah Pangkalpinang
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menyebut Reuni Akbar SMA Muhammadiyah Pangkalpinang sebagai titik awal kebangkitan kembali sekolah yang pernah menjadi primadona di Pulau Bangka.
Hal tersebut ia sampaikan saat dijumpai wartawan, di sela-sela menghadiri Reuni Akbar seluruh angkatan SMA Muhammadiyah Pangkalpinang, memperingati Harlah ke-51 sekolah tersebut, bertajuk “Siapapun Kita Sekarang, Dulunya Kita Putih Abu-Abu”, yang digelar di Auditorium Sufyan Tsauri Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Sabtu (19/7/2025).
“Pertama-tama, alhamdulillah ya, bahwa ini momentum daripada Reuni Akbar SMA Muhammadiyah semua angkatan dan di luar dugaan kita, yang hadir hampir seribu lebih orang. Alhamdulillah, ini momentum awal untuk kebangkitan SMA Muhammadiyah yang dulu menjadi SMA primadona di Pulau Bangka ini. Ini sangat luar biasa,” ujar Didit.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan para guru yang turut hadir dalam acara tersebut, serta berharap reuni seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin tiap tahun.
“Saya berharap bahwa kegiatan ini jangan hanya tahun ini saja. Kita berharap ini akan dilaksanakan setiap tahun. Dan saya berharap di sini dibentuknya ikatan alumni Muhammadiyah,” katanya.
Didit juga menegaskan, bahwa kehadirannya bukan dalam kapasitas jabatan politik, melainkan sebagai alumni SMA Muhammadiyah angkatan 1994. Ia mengungkapkan kebanggaannya pernah menimba ilmu di sekolah tersebut.
“Saya di sini bukan sebagai Ketua DPRD, tapi sebagai alumni Muhammadiyah angkatan tahun 94. Tapi dari SMA Muhammadiyah saya bisa jadi Ketua DPRD. Maka saya berbangga,” ujarnya.
Terkait kontribusi alumni ke depan, Didit mengungkapkan bahwa pihaknya akan memulai langkah dengan menggalang dana dan berdiskusi bersama kepala sekolah untuk mengetahui bentuk bantuan yang paling dibutuhkan.
“Langkah-langkahnya ya pertama saat ini kita mengadakan pengumpulan dana. Kita akan diskusi dulu dengan kepala sekolah, apa sih yang bisa alumni bantu,” jelasnya.
Ia juga menyinggung berbagai faktor yang menyebabkan menurunnya pamor SMA Muhammadiyah sebagai sekolah unggulan, seperti perkembangan zaman, teknologi, dan persaingan antarsekolah.
Untuk itu, Didit berharap, selain ajang silaturahmi, reuni akbar tersebut juga sekaligus menjadi ajang refleksi bersama para alumni untuk mendorong SMA Muhammadiyah Pangkalpinang kembali berjaya di tengah kompetisi pendidikan yang kian ketat.
“Dulu orang lebih bangga masuk SMA Muhammadiyah. Ingat, saya ini bisa ngaji karena sekolah di SMA Muhammadiyah,” kenangnya.
Tak lupa, Didit juga berbagi cerita masa remajanya di sekolah itu.
“Kita semua pernah merasakan pakaian putih abu-abu. Dan saya itu murid yang paling bandel. Saya masih ingat sekolah saya di mana. Dan saya juga masih ingat di mana saya dihukum oleh kepala sekolah. Saya masih ingat itu,” tutupnya.
- Penulis: admin


