Diperiksa 10 Jam oleh Kejagung, Ahok Soroti Lemahnya Pengawasan di Pertamina
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 13 Mar 2025
- visibility 68
- comment 0 komentar

Diperiksa Selama 10 Jam oleh Kejagung, Ahok Soroti Lemahnya Pengawasan di Pertamina
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, selama 10 jam pada Rabu (13/3/2025). Pemeriksaan ini terkait dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.
Ahok hadir sebagai saksi di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, dan menunjukkan sikap kooperatif sejak awal.
“Saya siap, saya senang membantu,” ujarnya sebelum menjalani pemeriksaan.
Selama proses penyelidikan, Ahok menyerahkan sejumlah data, termasuk agenda rapat yang tercatat selama masa jabatannya di Pertamina. Namun, ia mengaku terkejut dengan jumlah data yang telah dikumpulkan Kejagung.
“Jadi ternyata dari Kejagung mereka punya data yang lebih banyak daripada yang saya tahu. Ibaratnya saya tahu cuma sekaki, dia tahu sudah sekepala,” ujar Ahok.
Soroti Pengawasan Lemah di Pertamina
Selain memberikan keterangan, Ahok juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan di Pertamina, yang menurutnya membuka celah bagi praktik korupsi.
Salah satu kritiknya adalah soal pengujian kualitas minyak yang baru dilakukan setelah minyak tiba di Tanjung Priok.
“Kita punya insinyur-insinyur, bisa ngetes dong. Masak minyak masuk kapal baru dites di Tanjung Priok? Kalau gitu semua pecat aja!,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan mekanisme penerimaan pasokan minyak yang dinilai rawan manipulasi.
“Kalau pemasoknya mencampur (minyak), ini permainan bajingan lah, kenapa lo terima?,” katanya dengan nada geram.
Ahok menyarankan agar Kejagung berkoordinasi langsung dengan Pertamina untuk memperoleh data tambahan. Ia juga menegaskan kesiapannya untuk kembali diperiksa jika diperlukan.
“Nanti setelah mereka pelajari data-data dari Pertamina, kalau butuh saya lagi, ya saya datang lagi lah,” ujarnya.
Pernyataan Ahok menggarisbawahi perlunya reformasi dalam sistem pengawasan dan pengendalian mutu di Pertamina, agar praktik serupa tidak terulang.
Kejagung sendiri memastikan akan terus memeriksa pihak-pihak yang terlibat atau memiliki informasi terkait kasus ini. Penyelidikan masih berlangsung, dan publik menantikan perkembangan lebih lanjut.
- Penulis: admin


