Makam Unik Irene Mathilde Ehrencron, Jejak Sejarah Notaris Terkemuka Zaman Kolonial di Pangkalpinang
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 7 Jul 2025
- visibility 446
- comment 0 komentar

Makam Unik Irene Mathilde Ehrencron, Jejak Sejarah Notaris Terkemuka Zaman Kolonial di Pangkalpinang (Foto: Dato' Akhmad Elvian)
Makam Unik Irene Mathilde Ehrencron, Jejak Sejarah Notaris Terkemuka Zaman Kolonial di Pangkalpinang
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Di tengah ratusan makam peninggalan masa kolonial Belanda dan Jepang di kompleks Kerkhof Pangkalpinang, Jalan Hormen Maddati, terdapat satu makam yang menarik perhatian karena keunikannya dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Makam tersebut adalah milik Irene Mathilde Ehrencron, seorang wanita Belanda yang wafat pada 10 Maret 1928. Makamnya terbilang mencolok dibanding makam lainnya karena memiliki ukuran yang lebih besar dan dilengkapi penutup. Pada nisan tertulis, “Hier Rust Vrouwe Irene Mathilde Ehrencron gehefde echtgenoote van L.L.H.R. Scipio Blume, Geb. 28 Januari 1883, Overl. 10 Maart 1928”. Di bagian bawah nisan tertulis pula kalimat “rust zacht lieve doode!” yang berarti “beristirahatlah dengan tenang almarhumah”.
Melalui penelusuran arsip dan catatan sejarah yang dibagikan sejarawan lokal Dato’ Akhmad Elvian DPMP melalui akun facebooknya, pada Senin (7/7/2025), diketahui bahwa suami dari Irene adalah Lodewijk Leonardus Hubertus Richard Scipio Blume (L.L.H.R. Scipio Blume), seorang notaris ternama yang pernah menjabat di Pangkalpinang pada masa pemerintahan Residen J.J. Fraser (1923–1925) dan J.E. Edie (1925–1928).
Nama Scipio Blume tercatat dalam berbagai dokumen penting, salah satunya akta pendirian NV. MEBY (Maatschappij tot Exploitatie van Bioscopen en Ys fabrieken), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang bioskop dan pabrik es. Berdiri pada 24 Januari 1924 melalui akta notaris No. 11 dan tercatat dalam Lembaran Negara No. 44 tahun 1924, perusahaan ini dipelopori oleh para pesero Tionghoa berpengaruh seperti Oen Kheng Boe, Oen Goan Hoei, Lay Djit Siong, dan Tan Eng Siang.
NV. MEBY diketahui telah membangun dan mengelola sejumlah fasilitas hiburan penting di Pangkalpinang, seperti Bioskop Surya (Aurora), Bioskop Garuda, Bioskop Banteng (Hebe), serta Restoran Kutub Utara (Noordpool) yang terletak di antara Bioskop Surya dan Pasar Mambo. Perusahaan ini juga membangun pabrik es di kawasan Kacang Pedang serta mengembangkan bioskop di berbagai kota lain di Pulau Bangka seperti Muntok, Belinyu, dan Toboali.
Tak hanya itu, nama Scipio Blume juga tercatat dalam pembangunan Kerkeraad Der Protestansche Gemeente to Pangkalpinang yang kini menjadi GPIB Maranatha Pangkalpinang. Gereja bersejarah itu berdiri pada tahun 1927 di atas lahan yang aktanya juga ditandatangani oleh notaris Blume.
Kini, makam Irene Mathilde Ehrencron menjadi salah satu penanda penting jejak kolonial di Pangkalpinang, sekaligus membuka kembali lembaran sejarah tentang sosok suaminya yang turut membentuk wajah kota ini melalui peran hukumnya dalam pembangunan berbagai institusi di era Hindia Belanda.
- Penulis: admin


