Doa Lintas Agama: Perkuat Toleransi, Lawan Radikalisme, dan Rayakan Kemerdekaan RI ke-80 di Pangkalpinang
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 17 Agu 2025
- visibility 254
- comment 0 komentar

Doa Lintas Agama: Perkuat Toleransi, Lawan Radikalisme, dan Rayakan Kemerdekaan RI ke-80 di Pangkalpinang
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Densus 88 AT Polri, tokoh lintas agama, dan pegiat seni budaya menggelar kegiatan Doa Lintas Agama dengan tema “Konsisten Memperkuat Simpul Seni dan Budaya, Merawat Bangsa, Memperkokoh Toleransi dan Bergandeng Tangan Melawan Radikal Terorisme”, Sabtu (16/8/2025) malam.
Acara tersebut dihadiri Pj. Wali Kota Pangkalpinang Muhammad Unu Ibnudin, Kasatgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri AKBP Maslikan, perwakilan Kapolresta Pangkalpinang, Subkor Opsin Binda Babel Asep Sujana, Sekda Kota Pangkalpinang Mie Go, Kaban Kesbangpol Donal Tampubolon, serta tokoh lintas agama dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Densus 88: Seni dan Budaya Benteng Hadapi Radikalisme
Dalam sambutannya, AKBP Maslikan menegaskan bahwa doa lintas agama merupakan tradisi luhur yang mencerminkan semangat keberagaman di Negeri Serumpun Sebalai.
“Kegiatan doa lintas agama adalah tradisi luhur yang mencerminkan jiwa bangsa yang penuh toleransi dan keberagaman. Adat istiadat dan nilai budaya Melayu menjadi simpul yang mengikat tali persaudaraan. Mari kita warisi semangat pejuang kemerdekaan dengan menjaga harmonisasi dan membangun Indonesia yang damai,” ujarnya.
Maslikan juga mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut yang dinilai sebagai bukti nyata persatuan dalam perbedaan.
“Upaya melawan radikalisme dan terorisme tidak bisa hanya dilakukan aparat keamanan, tapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa. Melalui seni, budaya, dan toleransi, kita bisa membendung paham ideologi kekerasan yang mengancam keutuhan NKRI,” tegasnya.
Pj Wali Kota: Doa Bersama untuk Pangkalpinang yang Damai
Sementara itu, Pj. Wali Kota Pangkalpinang, Muhammad Unu Ibnudin, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang bertajuk “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera dan Indonesia Maju”.
“Kegiatan doa lintas agama ini adalah bentuk syukur sekaligus doa agar Pangkalpinang menjadi kota yang sejuk dan mendambakan kedamaian. Selama ini kita sudah buktikan, toleransi di Pangkalpinang sangat tinggi,” kata Unu.
Ia juga mengaitkan momen kemerdekaan dengan Pilkada Ulang di Pangkalpinang.
“Sebagai warga negara Indonesia kita harus benar-benar merdeka, termasuk dalam memilih. Pilkada Ulang harus berlangsung jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia agar suasana kota tetap kondusif,” tambahnya.
Unu pun menyampaikan apresiasi kepada Densus 88 AT Polri, atas dukungannya dalam menjaga kebersamaan lintas agama.
“Tradisi doa lintas agama ini harus terus kita pelihara sebagai wadah mempererat hubungan pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat,” tuturnya.
Apresiasi Pegiat Seni dan Pertunjukan Teater
Pada kesempatan itu, AKBP Maslikan menyerahkan piagam penghargaan kepada para pegiat seni yang telah berkontribusi dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli pada warisan budaya bangsa.
Acara semakin hidup dengan penampilan komunitas Rounin Teater yang membawakan puisi dan teatrikalisasi tentang pencegahan paham radikal. Pertunjukan ini menyoroti pentingnya persatuan, pemahaman yang benar, serta toleransi dalam kehidupan berbangsa.
Doa Lintas Agama untuk Indonesia Damai
Kegiatan itu ditutup dengan doa bersama lintas agama. Doa pertama dipimpin H. Abdul Qodir Jaelani (Islam), disusul Romo Marselinus Gabriel (Katolik), Pdt. Inri M. Nikijuluw-Kiroyan (Kristen), Made Suarja (Hindu), Pandita Vara Dhammo Hengkie (Budha), dan terakhir Ciau Seng Tjhie Muk Lim (Konghucu).
Doa-doa tersebut dipanjatkan bagi keselamatan bangsa, persatuan, dan kedamaian Indonesia. Suasana khidmat yang tercipta mencerminkan kuatnya semangat keberagaman di Kota Pangkalpinang.
- Penulis: admin


