Bandara H.A.S Hanandjoeddin Belitung Resmi Berstatus Internasional, Hellyana: Kita Dukung Kemajuan Potensi Belitung
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 4 Jun 2025
- visibility 365
- comment 0 komentar

Bandara H.A.S Hanandjoeddin Belitung Resmi Berstatus Internasional, Hellyana: Kita Dukung Kemajuan Potensi Belitung
DOORSTOP.ID, BELITUNG — Bandara H.A.S Hanandjoeddin di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, kini resmi berstatus Bandara Internasional. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2025 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional, dan menjadi tonggak penting dalam upaya membuka akses penerbangan luar negeri langsung ke Pulau Belitung.
Kabar gembira ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, dalam forum Collaborative Destination Development (CDD) yang digelar di Belitung. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga maskapai dan asosiasi penerbangan internasional.
“Kita sudah audiensi bersama Bappenas, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Perhubungan. Pembahasan pokoknya adalah membuka gerbang penerbangan baru, khususnya dari Belitung ke Malaysia, Singapura, dan juga destinasi domestik seperti Yogyakarta, Bali, Batam, dan Medan,” jelas Hellyana kepada media, Rabu (4/6/2025).
Menurutnya, status internasional ini menjadi langkah strategis untuk mendongkrak potensi ekonomi dan pariwisata Belitung. Hellyana menegaskan, bahwa Babel tidak boleh terlambat merespons perkembangan infrastruktur dan konektivitas wilayah, terutama melalui layanan bandara.
Hellyana juga memastikan realisasi penerbangan internasional sangat memungkinkan. Ia mengungkapkan, bahwa dua rute luar negeri ke Malaysia dan Singapura sebelumnya sudah sempat dibuka, dan kini peluang untuk menambah rute ke negara lain seperti Australia dan Jepang terbuka lebar.
“Ini sangat bagus sekali. Ketika bandara Belitung kita canangkan go internasional, tidak menutup kemungkinan kita bisa buka penerbangan ke Australia, Jepang, dan lainnya,” ujar Hellyana.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa perencanaan pengembangan ini harus terintegrasi dengan program Geopark Belitung yang diakui UNESCO.
Menurutnya, penguatan konsep branding bandara juga harus memunculkan identitas lokal dan selaras dengan upaya menjaga kualitas lingkungan.
“Kita dorong juga penciptaan brand lokal sesuai masukan dari Kementerian Pariwisata tadi, bahwa wajah bandara itu harus mempresentasikan wajah utama Belitung,” tambahnya.
Sebagai bagian dari strategi promosi dan pengalaman wisatawan, Hellyana menekankan pentingnya menciptakan kesan mendalam bagi para pelancong sebelum meninggalkan Belitung. Ia mengutip masukan dari salah satu pejabat pariwisata nasional.
“Masukan bagus dari sudut kepariwisataan, Pak Wisnu tadi menyampaikan pentingnya ada farewell greeting yang mengandung kesan dan pesan agar pengunjung ingin kembali datang ke Belitung. Salah satu brand lokal yang bisa kita angkat adalah sedotan purun yang sebelumnya juga sudah dipromosikan oleh Pak Sandiaga Uno,” terangnya.
Sebagai informasi, penetapan Bandara H.A.S Hanandjoeddin sebagai bandara internasional ini, melengkapi rencana pemerintah pusat yang juga menetapkan Bandara S.M. Badaruddin II di Palembang dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang sebagai bandara internasional baru.
Dengan status baru ini, harapan untuk menjadikan Belitung sebagai gerbang pariwisata dan ekonomi kelas dunia semakin terbuka lebar. Pemerintah daerah dan seluruh stakeholder diharapkan dapat bersinergi agar potensi besar ini dapat diwujudkan secara optimal.
- Penulis: admin


