Cabor Shorinji Kempo Didorong Segera Terapkan Sistem Penjurian Digital
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 22 Okt 2025
- visibility 164
- comment 0 komentar

Cabor Bela Diri yang Memiliki Sistem Penjurian Terbaik dan Paling Aman adalah Taekwondo
DOORSTOP.ID, KUDUS — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendorong penerapan sistem penjurian digital pada cabang olahraga (cabor) Shorinji Kempo untuk menjamin rasa keadilan, objektivitas hasil pertandingan, serta keselamatan atlet.
Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Media Centre PON Bela Diri II 2025, GOR Djarum Foundation, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (21/10).
“Saat ini, cabor bela diri yang memiliki sistem penjurian terbaik dan paling aman adalah Taekwondo, karena sudah menggunakan sistem digital. Kita harus berbenah menuju arah yang lebih baik,” ujar Marciano.
Menurutnya, ke depan, sistem digitalisasi penjurian diharapkan dapat diterapkan pula pada Shorinji Kempo, Tarung Derajat, dan cabang olahraga bela diri lainnya.
Marciano menegaskan, digitalisasi menjadi langkah penting untuk menjamin keadilan dan objektivitas pertandingan, sekaligus menjaga keselamatan atlet.
Terlebih, kata Marciano, apabila cabang olahraga tersebut bercita-cita masuk dalam ajang Olimpiade, transformasi digital menjadi keharusan.
“Kalau masih menggunakan penilaian manual, berarti kita mempertahankan ketertinggalan di era modernisasi. Olahraga pun perlu bertransformasi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, juga mengajak cabang olahraga Shorinji Kempo dan Tarung Derajat untuk segera melakukan perubahan menuju sistem yang lebih transparan.
“Kami selalu berdiskusi di berbagai forum untuk mendorong perubahan yang lebih baik ke depan. Banyak hal yang perlu dikoreksi, terutama dalam sistem pertandingan dan penjurian agar benar-benar memenuhi rasa keadilan,” ujar Suwarno.
Sebagai contoh, Suwarno menyoroti mekanisme penentuan pemenang melalui perpanjangan waktu yang dinilainya perlu disempurnakan, dengan konsep pemenang ditentukan berdasarkan atlet yang pertama kali mencetak poin.
- Penulis: admin


