Dody Kusdian Dorong Pendidikan Selaras dengan Arah Agromaritim
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 18 Sep 2025
- visibility 74
- comment 0 komentar

Dody Kusdian Dorong Pendidikan Selaras dengan Arah Agromaritim
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dody Kusdian, menegaskan pentingnya pendidikan diarahkan sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah. Menurutnya, Babel akan segera beralih dari ketergantungan pada pertimahan menuju sektor agromaritim.
Hal ini disampaikan Dody saat Reses masa sidang III tahun 2025 di LKSA/Panti Asuhan Ad-Dhuhaa, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, Kamis siang (18/9/2025).
“Sepuluh tahun lagi kita akan meninggalkan pertimahan. Artinya, peluang usaha dan bisnis ke depan harus diarahkan ke sektor agromaritim. Maka SMK apa yang perlu kita kokohkan, tenaga kerja apa yang dibutuhkan, harus kita rencanakan sejak sekarang,” ujar politisi partai keadilan sejahtera (PKS) tersebut.
Ia menekankan, bila arah pendidikan tidak sejalan dengan rencana pembangunan, Bangka Belitung berisiko kalah bersaing dan justru dimasuki tenaga kerja dari luar.
“Khawatirnya nanti ketika kita mengarah ke agromaritim, tapi pendidikan kita tidak mendukung itu. Akhirnya orang luar yang masuk, sementara masyarakat Babel hanya jadi penonton,” tegasnya.
Selain arah pembangunan, Dody juga mengungkapkan persoalan mendasar pendidikan di Babel. Rata-rata lama sekolah masyarakat hanya 8,3 tahun, atau setara dengan anak kelas II SMP.
“Ini PR besar bagi kita. Walaupun hitungannya dari usia 0 sampai 60 tahun, angka itu tetap menunjukkan masih rendahnya tingkat pendidikan di Babel,” jelasnya.
Ia turut menyoroti ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan, pedesaan, hingga daerah pulau terpencil. Beberapa sekolah bahkan hanya memiliki satu guru dengan jumlah murid yang sangat minim.
“Kemarin saya pulang dari Bangka Selatan, ada sekolah gurunya cuma satu. Di Beltim, ada sekolah di desa yang muridnya hanya 50 orang. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Tak hanya pendidikan, Dody juga menyinggung kondisi ekonomi Babel. Pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 4,09 persen, meningkat dari 0,77 persen pada 2024. Namun, angka ini masih jauh dari target Presiden Prabowo sebesar 8 persen.
“Untuk 2026–2029 kita menargetkan 5,5 persen. Dua sektor yang harus diperkuat adalah industri pengolahan, serta sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata,” papar Dody.
Ia berharap reses kali ini dapat menjadi ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya guru, kepala sekolah, dan para pelajar, agar dunia pendidikan bisa benar-benar mendukung pembangunan ekonomi Babel ke depan.
“Kami ingin ada sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan perencanaan pembangunan. Dengan begitu, permasalahan ekonomi bisa kita jawab bersama,” tutupnya.
- Penulis: admin


