DPRD Babel Dukung Produksi Woodchips untuk Co-Firing PLTU Air Anyir
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 25 Feb 2025
- visibility 86
- comment 0 komentar

DPRD Babel Dukung Produksi Woodchips untuk Co-Firing PLTU Air Anyir
DOORSTOP.ID, MENDO BARAT — Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, melakukan kunjungan ke pabrik Woodchips milik PT. Mentari Biru Energi di Mendo Barat, Kabupaten Bangka, pada Senin (24/2/2025).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung operasional perusahaan dalam memproduksi Woodchips yang digunakan sebagai bahan baku biomassa campuran batubara (co-firing), bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Air Anyir, Bangka.
Menurut Eddy, keberadaan pabrik ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon di Bangka Belitung. Ia pun menyambut baik inovasi perusahaan yang mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).
“Program pengolahan sampah plastik menjadi BBM ini adalah inovasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ini juga selaras dengan pembahasan pansus yang saat ini tengah digarap DPRD Babel terkait pengelolaan sampah,” ujar Eddy, seperti dikutip dari laman facebook DPRD Babel, Selasa (25/2/2025) malam.
Lebih lanjut, Eddy mendorong kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah dalam menciptakan sumber energi baru bagi masyarakat.
“Kami dari DPRD siap menjadi penghubung dengan pemerintah daerah. Jika perlu, kita duduk bersama untuk membahas ketahanan energi di Bangka Belitung,” tambahnya.
Sementara itu, Suhaedi, otoritas dari PT. Mentari Biru Energi menjelaskan, bahwa pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 6.800 meter persegi dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 ton per bulan. Ke depan, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat hingga 12.000 ton per bulan.
Selain mendukung rantai pasok energi untuk PLTU, pabrik ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Seluruh karyawan pabrik berasal dari Kabupaten Bangka, terutama dari Desa Air Duren,” ungkap Suhaedi.
Untuk bahan baku, Suhaedi juga menyebut, jika saat ini pihaknya masih bergantung pada pasokan kayu karet dari masyarakat.
Namun, dia membeberkan bahwa perusahaannya saat ini juga tengah mengembangkan program self-planting dengan menanam sendiri bibit pohon angsana sebagai alternatif bahan baku.
“Selain itu, kami juga memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan bakar minyak untuk operasional pabrik,” tuturnya.
- Penulis: admin


