Penyerapan Produk Pertanian Lokal Meningkat Pesat Berkat Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 8 Apr 2026
- visibility 131
- comment 0 komentar

Kadispaper Pangkalpinang, Samri (tengah). Foto: Heri K/doorstop.id
Penyerapan Produk Pertanian Lokal Meningkat Pesat Berkat Program MBG
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) terus menunjukkan komitmen kuat dalam menyinergikan program daerah dengan kebijakan strategis pemerintah pusat. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan pangan lokal tetap tangguh guna menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, yang menyatakan bahwa program MBG membawa dampak positif yang signifikan bagi sektor pertanian di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.
Ia menilai, kehadiran program nasional ini telah membuka pasar yang luas bagi hasil panen petani setempat.
“Program MBG ini dampaknya luar biasa bagi kesejahteraan petani. Produk pertanian lokal kita, seperti bayam, kangkung, kacang panjang, dan cabai kini menjadi sangat dominan dan terserap maksimal. Ini adalah momentum emas bagi petani lokal untuk terus berkembang,” ujar Samri yang ditemui usai mendampingi Sekda Mie Go, menyalurkan bantuan cadangan pangan di Kelurahan Sinar Bulan, Rabu (8/4/2026).
Samri mengungkapkan, untuk menjaga momentum positif tersebut, pihaknya terus mematangkan berbagai program inovasi daerah. Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan tiga aspek penting yakni ketersediaan, keamanan pangan, dan kemandirian komoditas spesifik.
“Secara daerah, kita harus siap dengan kondisi ekonomi saat ini. Kami terus berinovasi untuk menjaga ketahanan pangan agar tetap stabil. Untuk komoditas seperti sayur-mayur, kita siapkan secara spesifik agar kebutuhan lokal maupun kebutuhan program pusat (MBG) dapat terpenuhi dengan baik dari hasil bumi kita sendiri,” jelasnya.
Selain memperkuat sektor hulu, Samri menyampaikan bahwa Pemkot Pangkalpinang juga bergerak cepat di sektor hilir dengan menyalurkan bantuan cadangan beras pemerintah pusat. Tahun ini, kata dia, jumlah penerima bantuan melonjak menjadi 20.211 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), naik drastis dari tahun sebelumnya yang hanya 7.205 KPM.
Total lebih dari 400 ton beras dan puluhan ribu liter minyak goreng didistribusikan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
“Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam mengantisipasi kondisi ekonomi dan menjaga stabilitas harga. Alhamdulillah, kita surplus beras sehingga bantuan ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Samri.
“Selain untuk menekan inflasi, ini juga bagian dari upaya kolektif kita dalam pengendalian stunting di Pangkalpinang,” tandasnya.
- Penulis: admin


