DPRD Babel Ultimatum PT Timah, Segera Tarik Mundur Tambang dari Zona Tangkap Nelayan Tanjung Niur
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 4 Mei 2026
- visibility 125
- comment 0 komentar

DPRD Babel Ultimatum PT Timah, Segera Tarik Mundur Tambang dari Zona Tangkap Nelayan Tanjung Niur
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta penghentian total aktivitas tambang timah di Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. Keputusan ini diambil lantaran aktivitas penambangan tersebut terbukti menerobos zona tangkap nelayan.
Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, usai beraudiensi dengan para nelayan, yang berlangsung di Ruang Banmus DPRD Babel, pada Senin siang (4/5/2026).
Ia menyatakan telah memverifikasi data lapangan dengan Dinas Pertambangan serta Dinas Kelautan, yang mengonfirmasi bahwa lokasi tersebut memang bukan diperuntukkan bagi pertambangan.
“Hasil pengecekan sudah jelas, objek permasalahan ini berada di zona tangkap nelayan bukan zona pertambangan, artinya ada pelanggaran produk Perda. Karena itu, aktivitas pertambangan di sana tidak bisa dibenarkan,” tegas Didit.
Didit pun meminta Kepala Unit Produksi PT Timah (Persero) Tbk, baik di wilayah Bangka Barat maupun Bangka, untuk segera menarik keluar seluruh armada dan peralatan tambang dari kawasan tersebut tanpa menunda-nunda lagi.
“Kami instruksikan kepada Kaunit baik yang ada di Bangka Barat ataupun Bangka, agar segera mengosongkan aktivitas pertambangan di zona tangkap nelayan mulai keluar dari kantor DPRD Bangka Belitung,” ujarnya.
Didit menyebut, sikap tegasnya ini didasari pada fakta bahwa 90 persen warga setempat menggantungkan hidupnya dari melaut. Bagi pihaknya, jika membiarkan tambang beroperasi di zona nelayan bukan hanya sekadar pelanggaran administrasi, melainkan ancaman nyata bagi mata pencaharian para masyarakat pesisir.
“Untuk itu, kita menunggu komitmen PT Timah untuk menarik mundur aktivitasnya,” tutur Didit.
Ia juga mendesak, aparat penegak hukum (APH) dan dinas terkait segera turun ke lapangan guna memastikan wilayah laut Tanjung Niur benar-benar steril dari aktivitas tambang.
“Dan saya minta kepada Satpol-PP segera ke lapangan, koordinasi dengan Dinas Kelautan, dan Kapolres atau Kapolda Bangka Belitung untuk mengecek bahwa tidak ada lagi aktivitas tersebut,” tukasnya.
- Penulis: admin


