KUA-PPAS 2025–2026 Dibahas, DPRD Basel Bidik Pangan dan Infrastruktur
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 11 Agu 2025
- visibility 197
- comment 0 komentar

KUA-PPAS 2025–2026 Dibahas, DPRD Basel Bidik Pangan dan Infrastruktur
DOORSTOP.ID, TOBOALI — DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar rapat paripurna membahas KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2025 dan penyampaian rancangan KUA-PPAS 2026. Agenda ini menegaskan prioritas pemerintah daerah pada ketahanan pangan dan perbaikan infrastruktur, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna Junjung Besaoh, DPRD Bangka Selatan, Senin pagi (11/8/2025) tersebut, dipimpin Wakil Ketua DPRD Basel, H. Kamarudin, bersama Rusi Sartono, dan dihadiri 19 anggota DPRD lainnya. Hadir pula Wakil Bupati Basel Debby Vita Dewi, Pj Sekda Hefi Nuranda, Forkopimda, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
H. Kamarudin menjelaskan, rapat kali ini mencakup dua agenda penting. “Kalau untuk KUA PPAS Tahun 2026 itu baru penyampaian, jadi kita belum bisa melihat secara pasti apa yang sudah direncanakan oleh pemerintah daerah. Nanti setelah penyampaian ini baru kita bahas,” ujar Kamarudin.

“Untuk perubahan 2025, dengan keterbatasan anggaran dan efisiensi, kita hanya bisa melanjutkan kegiatan yang sudah diprogramkan di APBD induk,” sambungnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Debby Vita Dewi memberikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, khususnya Tim Badan Anggaran, atas masukan konstruktif terhadap KUA-PPAS Perubahan 2025 dan rancangan KUA-PPAS 2026.
“Hal ini menunjukkan bahwa kita memiliki semangat yang sama untuk membangun Kabupaten Bangka Selatan ke arah yang lebih baik, berdasarkan sasaran dan arah kebijakan pembangunan yang telah disepakati bersama,” ungkapnya.
Debby memaparkan, rancangan anggaran disusun berdasarkan analisis kondisi ekonomi daerah, kebijakan pendapatan, serta kebutuhan intervensi belanja pada kuartal III dan IV tahun 2025 dan tahun 2026.
“Surplus/defisit perubahan APBD tahun anggaran 2025 serta APBD tahun anggaran 2026 ini meliputi pendapatan daerah, belanja daerah, defisit, penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak ada perubahan tema pembangunan maupun indikator makro antara APBD induk dan perubahan 2025, serta antara APBD induk dan rancangan 2026. Target indikator makro pembangunan tahun 2026 mencakup laju pertumbuhan ekonomi 3,95%–5,10%, angka kemiskinan 2,76%, tingkat pengangguran 4,28%, inflasi 2,85%, dan Indeks Modal Manusia (IMM) sebesar 0,51.
“Kita semua berharap seluruh indikator ini dapat tercapai demi meningkatkan daya saing pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bangka Selatan,” tukasnya.
- Penulis: admin


